Pangan Sulbar Kokoh, Surplus Beras Hampir 70 Ribu Ton dan Mampu Topang Daerah Lain

waktu baca 2 menit
Gubernur Sulbar, Suhardi Duka menyampaikan sambutan usai mengikuti pengumuman Swasembada Pangan Nasional bersama Presiden Prabowo Subianto secara daring.

Mamuju – Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mencatat surplus beras hampir 70 ribu ton. Bahkan, provinsi ke-33 ini mampu memasok pangan itu ke daerah lain. Capaian itu terkuat setelah pemerintah pusat mengumumkan swasembada pangan nasional.

Gubernur Suhardi Duka (SDK)  juga hadir mengikuti pengumuman swasembada pangan nasional bersama Presiden Prabowo Subianto secara daring. Agenda nasional tersebut berpusat di Karawang, Jawa Barat, dan diikuti seluruh pemerintah daerah, Rabu (7/1).

Bagi Suhardi Duka, swasembada pangan mencerminkan kekuatan negara. Ketahanan pangan, menurutnya, menjadi fondasi kemandirian nasional.

“Saya kira ini adalah kebanggaan bagi satu negara yang mampu berswasembada pangan. Itu artinya negara itu memiliki satu power yang sangat kuat,” kata SDK.

Ia menegaskan, Sulawesi Barat telah lebih dulu mencapai swasembada beras. Bahkan, produksi daerah melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Di Sulawesi Barat, kita sudah lama swasembada pangan untuk beras. Bahkan kita masih surplus sekitar hampir 70 ribu ton yang bisa disuplai ke daerah lain seperti Kalimantan, Palu, dan wilayah lainnya. Jadi untuk Sulbar, kondisi pangan kita aman,” ungkapnya.

Suhardi Duka juga menyoroti kebijakan Presiden Prabowo yang menempatkan pangan dan energi sebagai prioritas nasional. Ia menilai dampak kebijakan itu mulai terasa langsung di masyarakat.

“Kita bangga dengan prestasi Pak Presiden Prabowo yang menjadikan pangan dan energi sebagai prioritas. Banyak program yang sudah kita nikmati, termasuk program makan bergizi bagi anak-anak sekolah, yang secara langsung mengurangi beban pengeluaran keluarga,” tambah politisi Demokrat itu.

Data teknis memperkuat klaim tersebut. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Sulbar, Hamdani Hamdi, memaparkan luas sawah Sulbar mencapai sekitar 42.900 hektare. Kabupaten Polewali Mandar menjadi wilayah dengan hamparan terluas.

Namun, tantangan masih terlihat pada infrastruktur. Dari total lahan tersebut, hanya 46 persen yang terlayani irigasi. Sisanya masih bergantung pada tadah hujan.

“Dari total 42.900 hektare sawah tersebut, baru sekitar 46 persen yang terlayani irigasi, sementara 54 persen masih non-irigasi. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar ke depan kita bisa meningkatkan produksi melalui pembangunan jaringan irigasi,” jelas Hamdani.

Meski demikian, produksi terus naik. Luas panen tahun 2024 tercatat 63.181 ton dan meningkat menjadi 74.131 ton pada 2025. Kenaikan mencapai hampir 11 ribu ton.

Produksi beras Sulbar pada 2025 mencapai 219.100 ton. Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 149.323 ton per tahun.

“Artinya, Sulawesi Barat mengalami surplus beras sebesar 69.780 ton. Ini patut kita banggakan,” ungkap Hamdani.

Ia menambahkan, angka tersebut belum memasukkan dampak percetakan sawah baru seluas sekitar 300 hektare di Kabupaten Mamasa. Program itu masih berjalan dan diproyeksikan memperkuat posisi Sulbar sebagai lumbung pangan regional. (ADV)

error: Content is protected !!
Play sound