Majene Diterjang Badai, BPBD Sulbar Masifkan Koodinasi
Majene – Cuaca ekstrem kembali menunjukkan ancamannya. Angin kencang menerjang Kecamatan Banggae Timur dan Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Selasa (6/1), sekitar pukul 16.30 WITA. Dampaknya langsung merusak rumah warga, fasilitas perkantoran, dan mengganggu akses jalan.
Pusat Pengendalian Operasi BPBD Sulawesi Barat menerima laporan resmi dari Pusdalops BPBD Majene pada Rabu (7/1). Laporan itu mencatat satu rumah warga rusak, satu bangunan perkantoran kehilangan sebagian atap, serta satu pohon tumbang menutup badan jalan.
BPBD dan Tim Reaksi Cepat BPBD Majene bergerak cepat ke lokasi. Petugas melakukan asesmen awal, sekaligus membersihkan material pohon tumbang agar arus lalu lintas kembali lancar. Langkah ini bertujuan mencegah risiko lanjutan bagi warga sekitar.
Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, memastikan koordinasi dengan BPBD Majene berjalan intens sejak laporan masuk. Fokus utama tetap pada keselamatan warga dan fungsi fasilitas publik.
“Penanganan cepat menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan masyarakat dan keberfungsian fasilitas publik tetap terjaga,” kata Yasir Fattah.
Ia menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka agar BPBD memperkuat koordinasi lintas daerah.
“Dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem,” ucapnya.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan bahwa ancaman cuaca ekstrem nyata dan membutuhkan respons cepat, disiplin koordinasi, serta kesiapan masyarakat menghadapi risiko bencana.






