Program Bibit Ternak SDK-JSM: Enam Bulan Populasi Kambing di Polman Melonjak, 134 Ekor Lahir dan 276 Bunting

waktu baca 2 menit
Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) ketika memantau kualitas bibit ternak kambing yang akan disalurkan ke peternak Kabupaten Polman tahun lalu.

Polman – Bantuan bibit kambing Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) dan Wakilnya Salim S. Mengga berbuah manis. Tercatat ada 134 populasi baru dan 276 ekor dalam kondisi bunting di Kabupaten Polman.

Capaian ini mengemuka setelah pemerintah memonitoring dan mengeveluasi program tahun 2025 itu, kemarin (11/1). Tim pemantau berasal dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Sulbar dan Dinas Pertanian dan Pangan Polman.

Pemprov Sulbar menilai perkembangan tersebut sebagai indikator awal program peternakan tidak berhenti pada pembagian bantuan, tetapi mulai menghasilkan.

Kepala Dinas TPHP Sulbar, Hamdani Hamdi, menyebut sekitar seperempat dari total bantuan telah masuk fase produktif.

“Alhamdulillah, saat ini telah tercatat sebanyak 134 ekor kelahiran dan 276 ekor ternak dalam kondisi bunting. Artinya, sekitar 25 persen sudah produktif, dan angka ini akan terus bertambah seiring waktu,” ungkap Hamdani.

Menurutnya, data tersebut memperlihatkan program bantuan kambing yang dicanangkan SDK-JSM mulai memberi efek ekonomi nyata bagi peternak. Produktivitas ternak menjadi penanda bahwa intervensi pemerintah tidak sia-sia.

“Dampaknya nyata dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian dan peternakan, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani dan peternak,” sebutnya.

Lonjakan Populasi Bukan Akhir

Hamdani menegaskan pemerintah tidak ingin berhenti pada peningkatan populasi. Fokus berikutnya mengarah pada pembentukan ekosistem peternakan yang utuh, dari hulu hingga hilir. Pembibitan, penggemukan, hingga pemasaran harus terhubung agar nilai tambah tinggal di daerah.

“Ke depan, kami mendorong agar pengembangan kambing ini masuk dalam ekosistem hilirisasi, mulai dari pembibitan, penggemukan, hingga pemasaran. Targetnya bukan hanya swasembada di Sulbar, tetapi juga menjadikan Sulbar sebagai sentra dan penyuplai bibit kambing ke provinsi tetangga,” jelasnya.

Ia menilai posisi Sulbar strategis untuk memasok bibit kambing ke wilayah lain, termasuk Kalimantan Timur yang menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara.

“Kami optimistis Sulbar ke depan bisa menjadi daerah penyangga dan pemasok bibit kambing berkualitas, khususnya untuk mendukung kebutuhan pangan dan peternakan di wilayah Ibu Kota Nusantara dan sekitarnya,” tegasnya.

Dinas TPHP Sulbar memastikan program ini tidak lepas kendali. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nur Kadar, menyatakan pendampingan akan terus berjalan agar bantuan berkembang berkelanjutan.

“Kami akan terus melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi secara berkala agar bantuan ini benar-benar berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi peternak,” ujarnya.

Hasil program juga terasa langsung oleh penerima. Ketua Kelompok Tani Pemuda Aribang, Masdar, menyebut bantuan kambing memberi dampak ekonomi yang cepat.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan kambing ini. Kambingnya besar dan produktif. Saat ini sudah 7 ekor yang melahirkan dan 9 ekor dalam kondisi bunting. Bantuan ini sangat membantu meningkatkan ekonomi kelompok kami,” katanya.

error: Content is protected !!
Play sound