BPBD Sulbar Pertajam Fungsi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana
Mamuju – Ancaman bencana yang terus membayangi Sulawesi Barat memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar mengencangkan kesiapsiagaan.
Fokus utama kini mengarah ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops). Hal ini menjadi instrumen krusial dalam pengambilan keputusan di situasi darurat.
Atas arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, BPBD Sulbar menggelar rapat koordinasi teknis tim Pusdalops, Senin kemarin. Kabid Kedaruratan dan Logistik Arnida bersama Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Swandy memimpin pembahasan teknis lintas bidang.
Rakortek tersebut menyoroti fungsi krusial Pusdalops. Mulai dari memantau ancaman bencana, mengolah data, menyebarkan peringatan dini. Termasuk memastikan dukungan operasional dan logistik mesti bergerak cepat. BPBD menilai, setiap celah koordinasi berpotensi berujung pada keterlambatan penanganan.
Arnida menekankan kesiapan personel sebagai fondasi utama. Ia pun menyoroti pentingnya komando yang jelas serta keakuratan data logistik dan siap pakai dalam kondisi darurat.
Swandy mempertegas peran Pusdalops sebagai pusat kendali terpadu. Menurutnya, pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons darurat tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Semua harus terhubung dalam satu sistem kerja yang solid.
Kepala Pelaksana BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah menyebut penguatan teknis Pusdalops sebagai langkah strategis menghadapi kompleksitas risiko bencana di Sulbar.
“Pusdalops harus selalu siap siaga, responsif, dan akurat dalam menyajikan data serta informasi kebencanaan sebagai dasar pengambilan keputusan. Koordinasi yang kuat antarbidang menjadi kunci dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana bagi masyarakat,” kata Yasir.
Yasir menegaskan BPBD Sulbar akan terus menguji dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat sistem informasi, serta memaksimalkan sarana pendukung Pusdalops. Targetnya jelas: respons bencana yang lebih cepat, keputusan yang presisi, dan perlindungan masyarakat tanpa ruang untuk kelengahan.





