Kejar Kenyamanan Wisatawan, Dispoparekraf Sulbar Ajukan Perbaikan Toilet Wisata ke Pusat

waktu baca 2 menit
Plt. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekrat (Dispoparekraf) Sulbar, Bau Akram Dai.

Mamuju – Dispoparekraf Sulbar mengajukan pemenuhan amenitas dasar ke pemerintah pusat. Fokus utama penyediaan toilet layak di destinasi wisata.

Langkah ini menyasar langsung kenyamanan wisatawan. Dispoparekraf menilai fasilitas dasar masih menjadi persoalan krusial di sejumlah daya tarik wisata Sulbar.

Plt. Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, menyebut kebersihan dan kenyamanan sebagai fondasi pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Ia menegaskan, perhatian pada amenitas sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar agar pengelolaan destinasi tidak mengabaikan aspek lingkungan.

“Ini penting dan menjadi konsen kami untuk menjaga kebersihan. Terutama di tempat-tempat wisata sekaligus untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang datang berkunjung,” kata Bau Akram, Selasa (13/1).

Usulan tersebut masuk dalam skema kolaborasi nasional. Terintegrasi dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bersama PT Mister Loo Indonesia. Pemprov Sulbar merekomendasikan enam unit toilet untuk difasilitasi perbaikan dan peningkatan pada periode 2026–2027.

Bau Akram menjelaskan, pengajuan ini mempertimbangkan keterbatasan fiskal daerah. Menurutnya, kolaborasi lintas level pemerintahan menjadi strategi realistis untuk menutup kekurangan fasilitas dasar.

“Kondisi saat ini, dengan ruang fiskal yang terbatas. Kita mencoba melakukan kolaborasi di berbagai level, sehingga apa yang menjadi kelemahan kita dapat segera terselesaikan. Fasilitas terkait amenitas dasar ini memang memerlukan perhatian khusus demi kenyamanan pengunjung,” ungkap Bau Akram.

Penanggung jawab penyusunan usulan, Imelda, mengungkapkan seluruh toilet yang terajukan berada dalam kondisi rusak. Dispoparekraf juga mendorong penyediaan fasilitas terpisah bagi laki-laki dan perempuan sebagai standar kenyamanan dan kebersihan.

Melalui langkah ini, Pemprov Sulbar berharap wajah destinasi wisata tidak lagi berhenti pada panorama, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang nyaman dan layak bagi wisatawan.

error: Content is protected !!
Play sound