Gubernur Sulbar Sebut Transmigrasi Investasi Konkret Tekan Kemiskinan

waktu baca 2 menit
Gubernur Sulbar, Suhardi Duka saat memimpin rapat dengan para kepala OPD lingkup Pemprov Sulbar.

Mamuju – Gubernur Sulbar, Suhardi Duka menegaskan program transmigrasi menjadi investasi pemerintah yang paling strategis bagi Sulbar.

Tidak lain karena membuka peluang langsung bagi keluarga miskin untuk memperoleh lahan, fasilitas dasar, dan akses penghidupan baru. Pernyataan itu ia sampaikan usai rapat dengan kepala OPD Pemprov Sulbar.

Tepatnya seusai Rapat Kerja Daerah (Rakerda) bersama kepala daerah se-Sulbar secara virtual, di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, Selasa (20/1).

Menurut Suhardi, skema transmigrasi saat ini berbeda dari pola lama. Pemerintah menerapkan komposisi 50 persen transmigran lokal dan 50 persen dari luar daerah. Skema itu, kata dia, memperbesar kesempatan warga Sulbar, terutama keluarga miskin, untuk ikut serta.

“Yang paling bagus adalah investasi yang dilakukan pemerintah saat ini adalah transmigrasi. Transmigrasi ini penting,” kata Suhardi Duka.

Ia menilai pola, transmigrasi masa lalu kurang menguntungkan daerah penerima karena porsi masyarakat lokal kecil. Suhardi menyebut kuota warga setempat dulu hanya sekitar 15 persen. Bahkan, banyak terisi warga dari provinsi lain.

“Dulu kita hanya dapat 15 persen. Itu pun banyak dari Sulawesi Selatan, dari Gowa, dari Bone. Daerah kita paling dapat lima kepala keluarga saja. Sekarang sudah 50 banding 50,” sebutnya.

Transmigrasi dan Upaya Pengentasa Kemiskinan

Suhardi menekankan, transmigrasi juga membawa investasi negara dalam bentuk penyediaan lahan, infrastruktur dasar, dan fasilitas pendukung. Ia menilai paket dukungan itu membuat transmigrasi lebih konkret sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dibanding program lain yang dampaknya tidak langsung.

“Fasilitas transmigrasi itu besar. Dengan skema ini, orang-orang miskin kita bisa masuk transmigrasi, dan itu bisa menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan,” tegas Suhardi.

Karena itu, ia meminta jajaran Pemprov Sulbar mengoptimalkan program transmigrasi sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah dan penurunan angka kemiskinan.

“Ini investasi yang sangat bagus, dan harus kita dorong,” pungkasnya.

Sementara itu, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Transmigrasi meninjau dua lokasi rencana pembangunan Mess Patriot Transmigrasi di Kabupaten Mamuju. Lokasi pertama berupa lahan aset Pemprov Sulbar di kawasan wisata Gentungan, Kecamatan Kalukku, seluas sekitar 5 hektare. Lokasi alternatif berada di Dusun Bebangan, Kecamatan Kalukku, pada jalur Trans Sulawesi.

Pemerintah merencanakan Mess Patriot Transmigrasi sebagai pusat penelitian, pendidikan, dan pengembangan kawasan transmigrasi. Fasilitas itu akan melayani mahasiswa penerima Beasiswa Patriot, peneliti, serta tim Ekspedisi Patriot.

error: Content is protected !!
Play sound