Hoaks Tak Terbendung, Diskominfo Sulbar Perkuat Literasi Digital

waktu baca 2 menit
Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian, dan Statistik (Diskominfo SP) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar.

Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggerakkan program literasi digital untuk menahan laju hoaks di media sosial.

Pemerintah melalui Diskominfo SP Sulbar mendorong warga memverifikasi informasi sebelum membagikannya. Upaya ini seiring meningkatnya penipuan, ujaran kebencian, dan kejahatan siber di ruang digital.

Kepala Diskominfo SP Sulbar, Ridwan Djafar menilai, derasnya arus informasi membuat kemampuan memilah fakta menjadi kebutuhan mendesak. Ia menyebut ruang digital kini bergerak cepat dan menjangkau luas, sehingga edukasi pengguna menjadi langkah paling realistis.

“Literasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar masyarakat mampu menyaring informasi secara mandiri,” kata Ridwan, Rabu (21/1).

Ridwan menekankan, kebiasaan baru harus terbentuk dalam masyarakat. Warga perlu memeriksa sumber, menilai kredibilitas, lalu menguji kebenaran kabar sebelum menyebarkannya. Menurut dia, kekuatan media sosial terlalu besar hanya dengan upaya pembatasan.

Ia juga menyinggung keterbatasan kewenangan daerah untuk memblokir situs bermasalah. Termasuk judi online yang masuk ranah pemerintah pusat. Karena itu, Diskominfo mendorong kerja bersama pemerintah kabupaten agar edukasi digital menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah.

“Melawan hoaks adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, komunitas, hingga individu perlu mengambil peran agar ruang digital tidak terus diracuni informasi palsu. Olehnya itu penting agar informasi yang diperoleh itu saring sebelum sharing,” pungkasnya.

Program ini berjalan sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga. Keduanya menempatkan literasi digital sebagai salah satu pilar penguatan SDM di tengah transformasi digital.

Play sound