SDK Lobi Lion Group, Minta Rute Penerbangan Mamuju–Jakarta Lebih Ringkas
Jakarta – Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) melobi Lion Group agar memangkas durasi transit rute Mamuju–Jakarta melalui maskapai penerbangan Batik Air.
Ia menemui Presiden Direktur Lion Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi di Lion Tower, Jakarta, Kamis (22/1). Pertemuan itu menyorot keluhan penumpang terkait lamanya waktu tunggu saat singgah di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.
SDK mendorong pola perjalanan yang lebih efektif. Tidak lain agar penumpang asal Sulbar tidak kehilangan waktu di Makassar. Ia mengusulkan skema yang membuat penumpang tetap berada dalam pesawat saat transit. Bisa juga menunggu dalam durasi singkat.
Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi menyambut perhatian SDK pada akses udara Sulbar. Ia menyatakan Lion Group akan melakukan kajian teknis terkait penjadwalan dan pengaturan operasional armada dengan tetap mengutamakan standar keselamatan penerbangan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Perhubungan Provinsi Sulawesi Barat Maddareski Salatin, menyebut kunjungan itu juga membuka pembahasan rencana penerbangan langsung Jakarta–Mamuju.
“Kalau belum bisa penerbangan langsung, minimal menggunakan pesawat yang sama dari Jakarta–Makassar–Mamuju, begitu juga sebaliknya. Selama ini waktu tunggu di Makassar terlalu lama dan sangat dirasakan oleh penumpang,” kata Maddareski.
Maddareski menyebut pemerintah provinsi membuka peluang subsidi sesuai kesepakatan dan perhitungan bersama pihak maskapai.
“Berdasarkan komunikasi tadi, pihak Batik Air masih melakukan kajian. Tadi langsung disampaikan oleh Direktur Utama Batik Air. Kita menunggu hasil perhitungan teknis dan operasionalnya,” ungkapnya.
Pemprov Sulbar juga mengusulkan jadwal penerbangan Jakarta–Mamuju dua kali sepekan. Setiap Senin dan Kamis agar mobilitas aparatur instansi vertikal serta warga Sulbar lebih terbantu.
“Rencananya penerbangan dari Jakarta sekitar pukul 14.00, sehingga tiba di Mamuju sekitar pukul 17.00 atau 18.00. Ini tentu akan memberikan lebih banyak waktu bagi penumpang dan meningkatkan minat masyarakat menggunakan Batik Air,” kata Maddareski.
Pemprov Sulbar berharap kajian teknis Lion Group segera berujung pada keputusan operasional agar layanan udara dari dan menuju Mamuju makin efisien, nyaman, dan kompetitif.





