Dispoparekraf Sulbar Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Atlet Fokus Prestasi Tanpa Cemas Cedera
Mamuju – Dispoparekraf Sulbar menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk memperkuat pembinaan olahraga sekaligus memastikan perlindungan jaminan sosial bagi atlet saat bertanding.
Kesepahaman itu mengemuka dalam pertemuannya dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mamuju, Kamis (29/1). Pejabat Administrator Bidang Kepemudaan Agus hadir mewakili pimpinannya, Bau Akram Dai. Sementara Kepala Bidang Pelayanan yang mewakili BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mamuju.
Kedua pihak menilai kolaborasi menjadi langkah strategis agar pembinaan olahraga berjalan lebih terarah, termasuk aspek keselamatan atlet selama kompetisi. Langkah ini juga sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka untuk memperkuat pengembangan atlet agar mampu meraih prestasi.
Kepala Dispoparekraf Sulbar Bau Akram Dai menegaskan kerja sama itu membuka ruang dukungan lebih luas bagi pembinaan olahraga daerah.
“Pembinaan olahraga memerlukan langkah-langkah strategis, membangun kerja sama dan membuka diri untuk kolaborasi dengan berbagai pihak. Yang kita lakukan dengan BPJS akan makin mendorong peningkatan kualitas pembinaan dan penyelenggaraan olahraga,” kata Bau Akram.
“Yang terpenting adalah bahwa pertemuan itu menghasilkan persepsi yang sama untuk memastikan aspek keselamatan dan kesejahteraan insan olahraga menjadi perhatian utama,” lanjutnya.
Bayang-Bayang Cedera
Agus menilai kerja sama ini mendesak karena risiko cedera menjadi bagian tak terpisahkan dari pertandingan, terutama pada cabang olahraga dengan intensitas kontak tinggi.
“Ini kolaborasi yang penting, terutama karena menyangkut resiko cedera atlet kita saat sedang bertanding. Cedera saat bertanding hanya bisa ter-cover melalui BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan tidak bisa mencover,” kata Agus, usai pertemuan.
Menurut Agus, BPJS Ketenagakerjaan menyatakan komitmen mendukung program keolahragaan melalui layanan jaminan sosial sesuai ketentuan yang berlaku. BPJS juga siap memberikan edukasi kepada atlet terkait pentingnya perlindungan sosial.
“Kita harapkan teman-teman atlet, terutama yang bergelut pada cabang olahraga yang memiliki resiko tinggi terjadinya cedera, kita sarankan untuk memanfaatkan fasilitas ini dan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Agus.
Ia mencontohkan kasus atlet pencak silat yang mengalami patah tulang lengan kanan saat bertanding pada Praponas Kendari. BPJS Ketenagakerjaan menanggung seluruh biaya operasi atlet tersebut.





