Dirlantas Sulbar Periksa Ketat Kelayakan Bus, Armada Tak Lolos Tes Tak Bisa Jalan
Mamuju – Risiko kecelakaan bus sering berawal dari dua hal yang berulang. Salah satunya armada bermasalah dan kelalaian prosedur.
Polda Sulawesi Barat merespons lewat pengecekan langsung armada bus antar kota dan antarprovinsi di Terminal Simbuang, Selasa malam (3/2).
Direktur Lalu Lintas Polda Sulbar, Kombes Pol Nurhadi Ismanto, memimpin pemeriksaan untuk memastikan kendaraan aman selama Operasi Keselamatan Marano.
Pengecekan ini tidak hanya mengandalkan polisi. Dirlantas menggandeng Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Barat, Badan Pengaturan Transportasi Darat (BPTD), serta Jasa Rahardja. Kolaborasi itu menyasar dua lapis keselamatan: kelayakan teknis kendaraan dan perlindungan bagi penumpang serta pengemudi.
Di lokasi, petugas memeriksa dokumen administrasi, mulai dari Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), hingga Buku Uji Kendaraan.
Tim kemudian mengecek komponen teknis yang paling menentukan keselamatan, seperti sistem rem, ban, lampu, serta kondisi mesin.
Polda Sulbar juga mengarahkan perhatian ke faktor manusia. Tim memberikan imbauan keselamatan berlalu lintas kepada sopir dan penumpang yang akan berangkat.
Pemeriksaan kesehatan singkat ikut berjalan sebagai langkah pencegahan agar perjalanan tidak terganggu masalah kesehatan mendadak.
“Pemeriksaan tidak hanya fokus pada kendaraan, tetapi juga memberikan sosialisasi dan himbauan keselamatan berlalu lintas kepada para supir dan penumpang yang akan melakukan perjalanan,”
Hasil pemeriksaan menyatakan seluruh armada bus yang diperiksa memenuhi syarat jalan. Petugas menempelkan stiker “layak jalan” sebagai tanda bus telah melewati pemeriksaan resmi.
Langkah ini menjadi pesan tegas: keselamatan tidak boleh bergantung pada asumsi, tetapi harus lewat uji yang terukur.





