Budidaya Vaname Digenjot, DKP Sulbar Perketat Kepatuhan Tambak

waktu baca 2 menit
Suasana pemantauan tambak udang vaname.

Mamuju – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Barat mengawasi aktivitas budidaya udang vaname di Dusun Bakengkeng, Desa Belang-Belang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.

Pengawasan ini untuk memastikan usaha tambak berjalan sesuai standar keberlanjutan. DKP menekankan sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Dokumen ini sebagai syarat penting agar produksi aman, ramah lingkungan, dan berdaya saing.

Pengawasan melibatkan Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan DKP Sulbar bersama Satuan Pengawasan SDKP Mamuju dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Tim memeriksa praktik operasional tambak, mewawancarai pengawas dan teknisi, serta menilai kepatuhan pada ketentuan budidaya.

Kepala DKP Sulbar, Safaruddin menegaskan pengawasan ini tidak bertujuan menghambat investasi. Pemerintah daerah ingin pertumbuhan tambak berjalan sehat sekaligus menjaga lingkungan pesisir.

“Pengawasan ini bukan untuk menghambat investasi, tetapi untuk memastikan seluruh pelaku usaha perikanan budidaya mematuhi regulasi dan standar yang berlaku. Kami ingin usaha tambak di Sulawesi Barat tumbuh dengan baik, memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan,” tegas Safaruddin, Kamis siang tadi.

Hasil pengecekan menunjukkan tambak beroperasi sejak 2023 dengan luas sekitar lima hektare. Perusahaan telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB), Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL), serta dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Namun, sertifikat CBIB masih dalam proses penerbitan oleh Badan Mutu Perikanan.

Safaruddin menilai CBIB menjadi penanda bahwa proses budidaya memenuhi standar keamanan pangan, kesehatan ikan, dan pengelolaan lingkungan. Ia mendorong penyelesaian proses sertifikasi agar kualitas produksi terjaga dan akses pasar makin luas.

“Kami mendorong agar proses sertifikasi CBIB segera diselesaikan. Standar ini penting untuk menjaga kualitas produksi dan meningkatkan daya saing udang Sulawesi Barat di pasar nasional maupun internasional,” tambahnya.

DKP Sulbar menempatkan udang vaname sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi, tetapi mengingatkan bahwa pertumbuhan produksi harus sejalan dengan pengendalian kualitas air, pengelolaan limbah, dan keseimbangan ekosistem pesisir agar tidak memicu dampak negatif bagi lingkungan sekitar.

Play sound