AI Makin Cerdas, KominfoSS Sulbar Ajak Pers Perkuat Literasi Digital

waktu baca 2 menit
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (KominfoSS) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar.

Mamuju – Pemprov Sulbar mengajak insan pers memperkuat literasi digital masyarakat seiring kecerdasan buatan (AI) yang kian cepat membentuk arus informasi.

Pemprov menilai, kemajuan teknologi tanpa edukasi publik berisiko memicu disinformasi dan kebingungan massal.

Ajakan itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (KominfoSS) Sulbar Muhammad Ridwan Djafar pada momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Ridwan meminta media di Sulbar ikut mengedukasi publik agar mampu menyaring informasi, memahami teknologi, serta merespons perubahan digital secara sehat.

“AI makin pintar, tapi publik tidak otomatis makin paham. Di sinilah pers memiliki peran strategis sebagai pendidik, bukan sekadar penyampai kabar,” ujar Ridwan.

Ridwan menilai AI memang mempercepat produksi dan sebaran informasi. Namun, teknologi yang sama juga dapat memperbesar risiko disinformasi jika masyarakat tidak memiliki bekal literasi dan media tidak menjalankan fungsi edukasi secara konsisten.

Ia menyoroti banjir konten digital yang kini hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari berita, opini, sampai visual buatan AI. Kondisi itu membuat publik semakin sulit membedakan fakta, manipulasi, dan kepentingan tertentu. Menurutnya, tanpa pendampingan informasi yang benar, warga rentan menjadi korban algoritma.

Ridwan juga menegaskan AI tidak boleh menggantikan peran jurnalis sebagai penjaga akal sehat publik. Ia meminta jurnalis tetap memimpin pada aspek etika, verifikasi, dan pertimbangan dampak sosial, sementara AI cukup menjadi alat bantu kerja.

KominfoSS Sulbar, kata Ridwan, siap memperkuat kolaborasi dengan media untuk memperluas edukasi literasi digital. Ia menilai peran pers yang aktif mendampingi publik menjadi kunci menjaga ruang informasi tetap sehat.

“Pers yang mengedukasi publik adalah benteng pertama menghadapi kekacauan informasi di era AI,” ujarnya.

Play sound