BPBD Sulbar Perkuat Sinergi FKPM untuk Kamtibmas dan Kesiapsiagaan Bencana

waktu baca 2 menit

Mamuju – BPBD Sulbar memperkuat kolaborasi lintas sektor lewat asistensi Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) untuk mendukung harkamtibmas yang kondusif.

Upata ini sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana. BPBD menilai stabilitas sosial mempercepat respons darurat saat bencana terjadi.

Asistensi FKPM berlangsung di Aula Wisma Mala’bi Mamuju, Senin (9/2/2026). Direktur Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Sulbar Prasetya Sejati memimpin kegiatan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Pada forum itu, Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Sulbar, Inaldy LS Silang memaparkan peran masyarakat dalam penanggulangan bencana. Termasuk pentingnya kerja sama aparat keamanan dengan warga untuk membangun kesiapsiagaan lingkungan.

Inaldy menegaskan aspek kamtibmas tidak terpisah dari kebencanaan. Ia menilai kondisi masyarakat yang tertib dan terorganisasi akan memudahkan evakuasi dan penyaluran bantuan saat keadaan darurat.

“Ketika masyarakat memiliki kesadaran risiko, tertib, dan terorganisir melalui forum kemitraan seperti FKPM, maka upaya evakuasi, penyelamatan, dan distribusi bantuan saat bencana akan jauh lebih efektif,” jelasnya.

Kalaksa BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah menyebut keterlibatan BPBD dalam asistensi FKPM sejalan dengan arahan pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi antarinstansi. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci menjaga stabilitas daerah dan membangun ketangguhan warga.

“Penanggulangan bencana bukan hanya tugas BPBD semata, tetapi tanggung jawab bersama. Kolaborasi dengan Polda Sulbar melalui forum kemitraan ini menjadi langkah strategis dalam membangun masyarakat yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi ancaman, baik gangguan kamtibmas maupun bencana,” ungkap Yasir Fattah.

Ia berharap asistensi FKPM memperkuat komunikasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat agar lingkungan tetap kondusif serta siap siaga menghadapi berbagai risiko.

“Melalui kegiatan asistensi ini, diharapkan terbangun komunikasi yang lebih solid antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang kondusif serta siap siaga dalam menghadapi segala bentuk risiko,” tutup Yasir Fattah.

Play sound