Skor Kesehatan Pemuda Sulbar Lampaui Nasional

waktu baca 2 menit

Mamuju – Sulawesi Barat mencatat capaian positif pada Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) 2025. Skor domain kesehatan dan kesejahteraan pemuda mencapai 72,50, melampaui rata-rata nasional 70.

Secara umum, IPP Sulbar berada pada angka 56,50. Capaian itu menempatkan Sulbar pada kelompok menengah di regional Sulawesi, sekaligus memberi sinyal penguatan program pembangunan pemuda perlu berlanjut, terutama pada domain yang masih tertinggal.

Plt. Kepala Bidang Pelayanan Kepemudaan Dispoparekraf Sulbar, Karnoto, menjelaskan IPP menilai pemuda usia 16–30 tahun melalui lima domain utama.

“Mencakup lima domain penilaian, yakni Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan, Lapangan dan Kesempatan Kerja, Partisipasi dan Kepemimpinan, serta Gender dan Diskriminasi. Indeks ini disusun berdasarkan 15 indikator terukur yang menjadi acuan penumpulan data secara nasional oleh Kemenpora dan BPS. Dapat dilihat dari data ini,” urai Karnoto.

Karnoto menilai keunggulan Sulbar tampak jelas pada domain kesehatan dan kesejahteraan.

“Hal ini menegaskan komitmen Pemprov Sulbar dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan pemuda sebagai prioritas utama,” tambahnya.

Selain kesehatan dan kesejahteraan, Sulbar juga mencatat lonjakan pada domain partisipasi dan kepemimpinan. Skor domain ini naik dari 40 pada 2024 menjadi 50 pada 2025, setara dengan nilai nasional.

Tiga Domain Butuh Akselerasi

Namun, tiga domain lain masih memerlukan dorongan. Skor pendidikan tercatat 66,67, lapangan dan kesempatan kerja 50, serta gender dan diskriminasi 43,33. Dispoparekraf Sulbar menyiapkan intervensi program secara kolaboratif bersama perangkat daerah dan lembaga terkait agar capaian mendekati, bahkan melampaui standar nasional.

Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, mengapresiasi capaian IPP tersebut dan menilai peningkatan partisipasi pemuda mulai terlihat pada berbagai ruang sosial.

“Peningkatan IPP menunjukkan pemuda Sulawesi Barat semakin aktif dalam mengambil peran, berpartisipasi, dan memimpin di berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan,” ujar Bau Akram.

Ia menegaskan fokus berikutnya perlu menyasar domain yang masih rendah melalui penguatan akses dan perlindungan yang merata.

“Namun, untuk domain lain, diperlukan peningkatan kegiatan yang berkaitan dengan Pendidikan, Lapangan Kerja, Gender, dan Diskriminasi, termasuk memastikan akses pendidikan merata, memperkuat literasi pemuda, meningkatkan partisipasi pemuda disabilitas, dan memastikan kesetaraan gender,” tambahnya.

Bau Akram juga menyebut Dispoparekraf Sulbar terus mengawal penyelesaian Rancangan Aksi Daerah (RAD) Pelayanan Kepemudaan sebagai panduan koordinasi lintas sektor tingkat provinsi dan kabupaten. Pemerintah menyiapkan RAD agar program pembangunan pemuda berjalan terstruktur, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

error: Content is protected !!
Play sound