Dispoparekraf Sulbar Gandeng BTN Mamuju, Dorong Pembiayaan Digital untuk UMKM dan Ekraf

waktu baca 2 menit
Pertemuan kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) dan jajaran Bank BTN Cabang Mamuju.

Mamuju – Dispoparekraf Sulbar menjajaki kolaborasi strategis dengan Bank BTN Cabang Mamuju untuk memperluas akses permodalan berbasis digital bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Skema tersebut juga mengarah pada penguatan ekosistem pembayaran digital pada berbagai event ekonomi kreatif, baik lokal maupun nasional.

Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai bertemu Pimpinan Divisi Komersil dan Retail Bank BTN Mamuju Andi Habibi serta Ketua Forum UMKM Sulbar Muh. Rusdin pada Jumat, kemarin. Pertemuan membahas dukungan perbankan terhadap agenda ekonomi kreatif, termasuk pembiayaan dan layanan transaksi nontunai.

Dispoparekraf menautkan rencana kolaborasi itu dengan program Panca Daya Gubernur Sulbar Suhardi Duka. Terutama penguatan daya saing ekonomi daerah lewat transformasi digital dan perluasan akses permodalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain dukungan untuk penyelenggaraan event, forum juga menekankan kebutuhan pembiayaan yang mudah, cepat, dan terintegrasi secara digital. Pemerintah daerah menargetkan pelaku usaha mampu mengelola bisnis lebih modern dan efisien, bukan hanya aktif berjualan secara daring.

“Melalui pertemuan ini, kami ingin memperkuat sinergi antara Dispoparekraf Sulbar dan pihak perbankan agar pelaku usaha ekraf atau teman-teman UMKM, semakin mudah mengakses permodalan berbasis digital. Dengan dukungan tersebut, kami berharap para pelaku usaha bisa lebih berkembang dan berdaya saing,” ujar Bau Akram Dai.

Petingnya Ekosistem Manajerial

Bau Akram menilai akses permodalan perlu berjalan seiring dengan perbaikan tata kelola usaha. Ia mendorong pelaku UMKM dan ekonomi kreatif membangun manajemen yang tertib agar siap bersaing jangka panjang.

“Kami ingin UMKM dan ekonomi kreatif Sulbar tidak hanya mampu memasarkan produknya secara online, tetapi juga tertib dalam pengelolaan usahanya, sehingga lebih siap bersaing secara berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam pertemuan itu, Dispoparekraf juga memaparkan program penguatan kapasitas pelaku usaha yang selama ini berjalan. Mulai dari pelatihan pengelolaan media sosial, optimalisasi marketplace, hingga penguatan merek dan kemasan produk agar menembus pasar lebih luas.

Dispoparekraf menegaskan komitmen membuka ruang kerja sama dengan perbankan, terutama untuk memastikan event ekonomi kreatif memiliki sistem transaksi digital yang kuat dan mudah digunakan pelaku usaha maupun pengunjung.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi perbankan untuk berkolaborasi. Fokus utama kami adalah memastikan setiap event ekraf dan UMKM memiliki ekosistem pembayaran digital yang mumpuni,” tegasnya.

Sementara itu, Muh. Rusdin mendorong perluasan pemakaian QRIS BTN dalam setiap event. Ia juga menekankan kebutuhan dukungan pembiayaan serta fasilitasi produk UMKM dalam pameran yang melibatkan perbankan.

“Kehadiran BTN bukan hanya soal digitalisasi pembayaran, tetapi yang lebih krusial adalah potensi dukungan permodalan bagi pelaku ekraf dan UMKM agar bisa naik kelas,” pungkas Rusdin.

error: Content is protected !!
Play sound