Api Menghanguskan Rumah Kakek Rasil, Polisi Datang Bawa Sandaran dan Harapan
Polman – Dalam semalam, api merenggut satu-satunya tempat pulang Kakek Rasil. Rumah kecilnya di Desa Rea Barat, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, berubah jadi sisa arang dan abu.
Yang tersisa bukan sekadar puing, tetapi juga sunyi panjang yang biasa mengikuti orang tua ketika kehilangan. Pagi itu, Kakek Rasil tidak sendirian.
Sejumlah personel Ditlantas Polda Sulbar bersama Satlantas Polres Polman datang menemuinya lewat program Polantas Mappatulung. Mereka tak datang dengan tangan kosong.
Personel kepolisian itu membawa kebutuhan yang biasanya dicari orang dalam keadaan genting; beras, minyak goreng, gula pasir, telur, dan sejumlah bahan pokok lain.
Bantuan itu terdengar sederhana. Namun bagi korban kebakaran, paket sembako sering menjadi jembatan pertama untuk bertahan, ketika dapur tak lagi punya tempat, dan hari-hari harus kembali disusun dari nol.
Selain sembako, petugas menyerahkan uang tunai yang khusus terkirim dari Dirlantas Polda Sulbar Kombes Pol Nurhadi Ismanto. Bantuan itu hadir sebagai perhatian pribadi, sekaligus mewakili empati jajaran Ditlantas Polda Sulbar kepada korban.
Kakek Rasil menyambut kedatangan mereka dengan mata yang berkaca-kaca. Usianya telah lanjut. Musibah semacam ini bukan hanya menguji fisik, tetapi juga memukul batin.
Dalam kondisi seperti itu, kehadiran orang lain sering terasa lebih berharga daripada barang yang dibawa: ada yang melihat, ada yang peduli, ada yang datang tanpa diminta.
“Dukungan moril dan materi yang kami berikan merupakan wujud kepedulian serta empati Polri terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan akibat musibah,” tutur Dirlantas saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Di balik kalimat itu, ada pesan yang ingin ditegaskan: Polantas tidak hanya hadir mengatur lalu lintas atau menertibkan jalanan. Lewat Polantas Mappatulung, Ditlantas Polda Sulbar ingin memaknai “hadir” secara lebih luas. Mendekat ke warga saat musibah memutus rutinitas, saat rasa aman runtuh bersama dinding rumah.
Dirlantas menyebut kegiatan ini sejalan dengan motto Polantas Mappatulung. Program ini mengikat komitmen untuk terus membantu dan meringankan beban masyarakat, sebagai wujud Polri yang hadir memberi solusi.
Bagi Kakek Rasil, bantuan hari itu mungkin tidak serta-merta mengembalikan rumah yang hangus. Namun ia memberi sesuatu yang sering luput tercatat. Keyakinan kecil bahwa setelah api, masih ada tangan yang mau merapikan hidup yang berantakan.




