Sekolah Rakyat Terintegrasi Sulbar Dikebut, Dinsos–PUPR Pastikan Lahan Siap Bangun

waktu baca 2 menit

Mamuju – Pemprov Sulbar mulai menggeber proyek Sekolah Rakyat Terintegrasi. Targetnya membuka akses pendidikan yang lebih inklusif bagi keluarga kurang mampu.

Upaya ini sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia. Namun proyek semacam ini tidak bisa bergantung pada satu dinas. Ia menuntut kerja lintas sektor yang rapi mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan lapangan.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A dan PMD) Sulbar, Darmawati menerima kunjungan jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulbar, Rabu (18/2). Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kepala Dinsos P3A dan PMD itu membahas percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Sulawesi Barat.

Program tersebut masuk dalam langkah strategis untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi keluarga kurang mampu.

Pemprov Sulbar menautkan program ini dengan misi Gubernur Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga, terutama agenda membangun SDM unggul dan berkarakter.

Dalam pertemuan itu, Darmawati didampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) dan Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Surdin serta Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial (Dayasos) dan Penanggulangan Kemiskinan Andi Muhammad Yasin. Diskusi berlangsung intensif. Fokus pembahasan mengarah pada progres pembangunan fisik dan dukungan lintas sektor agar proyek berjalan sesuai target.

Sekolah Rakyat Terintegrasi Bukan Sekedar Fisik

Darmawati menegaskan percepatan harus berjalan seiring perencanaan yang matang. Ia menilai kolaborasi antardinas menjadi kunci agar Sekolah Rakyat Terintegrasi tidak berhenti sebagai konsep, tetapi benar-benar hadir sebagai layanan publik yang menyentuh warga.

“Sekolah Rakyat Terintegrasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Barat. Karena itu, percepatan pembangunan harus dibarengi dengan perencanaan yang matang dan sinergi lintas sektor,” ujar Darmawati.

Ia juga menyampaikan proyek telah memasuki tahap awal pekerjaan fisik. Tahap ini menjadi penentu karena menyiapkan fondasi untuk pekerjaan berikutnya.

“Alhamdulillah, progres pembangunan sudah memasuki tahap pembersihan, penimbunan, dan perataan lahan. Kami berharap tahapan ini dapat segera rampung agar pembangunan selanjutnya bisa berjalan sesuai jadwal,” tambahnya.

Pemprov Sulbar berharap koordinasi Dinsos dan PUPR mempercepat realisasi Sekolah Rakyat Terintegrasi sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Program ini diharapkan memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat perlindungan sosial melalui jalur pembangunan manusia.

error: Content is protected !!
Play sound