Dari Jalanan ke Ingatan, Sticky Milk Andalkan Rasa Bukan Harga Mahal
Mamuju – Saat banyak minuman kekinian berlomba menjual tampilan dan harga tinggi, satu gerobak sederhana justru mencuri perhatian warga Mamuju, Sulawesi Barat.
Tanpa gerai mewah, Sticky Milk hadir membawa rasa yang kuat, harga bersahabat, dan cara jualan yang tak biasa. Beroperasi di bawah naungan Hero.Indonesia, Sticky Milk tampil berbeda.
Brand ini tidak mengandalkan gerai besar atau tampilan mewah. Sebaliknya, mereka menjajakan produk menggunakan gerobak berbasis sepeda listrik yang bergerak langsung menyasar keramaian warga.
Konsep tersebut terbukti ampuh. Kehadiran gerobak yang melintas senyap kerap memancing rasa penasaran. Banyak warga awalnya hanya melihat, lalu berhenti, hingga akhirnya membeli.

Sticky Milk mengusung tagline “Lupa Nama Tapi Ingat Rasa”. Strategi ini menekankan kekuatan utama produk, yakni cita rasa, bukan sekadar tampilan.
Varian yang ditawarkan pun terbilang familiar. Mulai dari cokelat, stroberi, taro, red velvet, bubble gum, hingga greentea. Seluruh menu dipatok dengan harga seragam Rp12 ribu.
Harga tunggal ini memberi kemudahan bagi konsumen. Pembeli tidak perlu berpikir lama saat memilih. Sementara dari sisi penjualan, sistem ini mampu mempercepat transaksi dan menjaga ritme pembelian tetap stabil.
Selain itu, konsep mobilitas menjadi keunggulan lain. Sticky Milk tidak terpaku pada satu lokasi. Mereka hadir langsung di titik aktivitas warga, mulai dari area santai hingga pusat keramaian sore hari. Pendekatan ini memperkuat kedekatan dengan konsumen.

Kualitas rasa pun mendapat pengakuan. Bupati Mamuju, Dr. Sitti Sutinah Suhardi, sempat mencicipi varian bubble gum dalam sebuah kesempatan. Ia mengaku terkesan.
“Rasanya enak dan saya lebih suka rasa bubble gum-nya,” ujar Sutinah.
Owner Sticky Milk, Andi Rasmuddin, menegaskan bahwa konsep ini lahir dari keinginan menghadirkan sesuatu yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Sticky Milk mencoba menanamkan kesan bahwa pengalaman menikmati produk akan lebih diingat daripada sekadar nama brand,” kata Andi Rasmuddin, siang tadi.
Ia memilih jalur berbeda di tengah ketatnya persaingan usaha minuman. Rasmuddin tidak tertarik membuka gerai besar atau mengedepankan kemasan berlebihan. Ia justru fokus pada konsistensi rasa, harga terjangkau, dan cara jualan yang menarik perhatian.
“Satu hal yang pasti, setelah mencoba, mungkin namanya sempat terlupa, tapi rasanya sulit dilupakan,” ungkapnya.
Rasmuddin juga menegaskan pendekatan yang ia pilih menekankan kedekatan dengan konsumen.
“Kami ingin mendekat, bukan menunggu. Menyapa langsung, bukan hanya terlihat,” pungkas Rasmuddin.
Bagi warga yang ingin mencoba, Sticky Milk kini berkeliling di sejumlah titik perkotaan Mamuju atau menghubungi melalui nomor telepon 0821-5598-3539.


