Belajar dari Malang, Ketua DPRD Mamuju Bidik Pariwisata dan UMKM sebagai Mesin Baru PAD

waktu baca 3 menit

Malang — Ketua DPRD Kabupaten Mamuju, H. Syamsuddin Hatta, menaruh perhatian besar terhadap pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

Komitmen itu terlihat dalam kunjungan kerja DPRD Mamuju ke Kota Malang, Jawa Timur, untuk mempelajari strategi pemerintah setempat dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Senin (8/6).

Rombongan DPRD Mamuju diterima Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, yang mewakili Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, di Gazebo Balai Kota Malang. Pertemuan tersebut membahas berbagai model pengembangan ekonomi daerah, mulai dari penguatan sektor pariwisata hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya DPRD Mamuju mencari formula pembangunan yang mampu mengubah potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan peningkatan pendapatan daerah.

Menurut Syamsuddin Hatta, keberhasilan suatu daerah tidak semata-mata bergantung pada kekayaan sumber daya yang dimiliki. Faktor penentu terletak pada kemampuan pemerintah dan masyarakat membangun visi bersama dalam mengelola serta mengembangkan potensi tersebut.

“Kami melihat keberhasilan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh potensi yang dimiliki, tetapi juga bagaimana pemerintah dan masyarakat memiliki visi yang sama dalam mengelola serta mengembangkan potensi tersebut. Itu yang kami lihat di Kota Malang,” kata Syamsuddin.

Ia menilai Kota Malang berhasil membangun ekosistem pariwisata yang tumbuh secara berkelanjutan karena mampu mengintegrasikan peran pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam satu arah pembangunan.

Bagi Mamuju, pendekatan tersebut dinilai relevan. Daerah ini memiliki sejumlah potensi wisata yang belum tergarap secara optimal, termasuk kawasan Pulau Balabalakang yang berada di perairan Sulawesi Barat dan berbatasan dengan Kalimantan.

Pulau Balabalakang selama ini dikenal memiliki panorama pantai, gugusan pulau kecil, serta kekayaan terumbu karang yang berpotensi menjadi destinasi wisata bahari unggulan. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya mampu mendorong arus kunjungan wisatawan dalam skala besar.

Syamsuddin menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata memerlukan lebih dari sekadar keindahan alam. Pengelolaan yang terencana, dukungan infrastruktur, promosi yang berkelanjutan, serta keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting untuk menciptakan destinasi yang kompetitif.

“Kami memiliki potensi wisata yang sangat baik, termasuk Pulau Balabalakang dengan keindahan pantai dan terumbu karangnya. Tetapi tantangannya adalah bagaimana menghadirkan wisatawan dan membangun kesadaran bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk mengelola potensi tersebut secara maksimal,” ucapnya.

Menurut dia, pengalaman Kota Malang menunjukkan bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak terlepas dari tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga sekaligus mengembangkan destinasi wisata dan ekonomi kreatif.

“Kalau berbicara daerah tujuan wisata di Pulau Jawa, selain Yogyakarta dan Bandung, Malang menjadi salah satu daerah yang memiliki daya tarik yang kuat. Karena itu kami ingin belajar bagaimana strategi yang diterapkan sehingga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di sini dapat berkembang dengan baik,” ungkap Syamsuddin.

Selain pariwisata, penguatan UMKM menjadi perhatian utama dalam kunjungan tersebut. DPRD Mamuju memandang sektor usaha kecil memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi lokal, pencipta lapangan kerja, dan sumber pendapatan masyarakat.

Keberhasilan Kota Malang dalam membangun UMKM yang terhubung dengan sektor pariwisata dinilai dapat menjadi referensi bagi Mamuju untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih produktif dan berdaya saing.

Hasil kunjungan kerja tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi Pemerintah Kabupaten Mamuju dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah. Fokusnya tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang bertumpu pada potensi lokal, penguatan UMKM, serta pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.