Terapi Mindfulness dengan Pendekatan Inner Safe Place Bantu Pasien Skizofrenia Kelola Stres, Emosi dan Cemas
Pati, Jawa Tengah – Dalam upaya untuk memberikan dukungan psikologis lebih bagi penerima manfaat skizofrenia di Sentra Margo Laras di Pati, mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari Universitas Muria Kudus (UMK) baru-baru ini memperkenalkan metode terapi mindfulness dengan pendekatan “inner safe place“.
Terapi ini bertujuan untuk membantu pasien skizofrenia mengelola gejala stres, membantu meredakan emosi dan kecemasan yang sering muncul, serta memperbaiki kualitas hidup mereka secara keseluruhan.
Skizofrenia adalah gangguan mental yang serius, ditandai dengan gejala seperti halusinasi, delusi, dan gangguan berpikir yang bisa sangat mengganggu kehidupan sehari-hari penderitanya. Salah satu tantangan terbesar bagi pasien skizofrenia adalah mengatasi stres dan emosi serta kecemasan yang timbul akibat perasaan terisolasi, kesulitan berkomunikasi, atau ketakutan terhadap realitas yang mereka alami.
Terapi Mindfulness Inner Safe Place
Pendekatan “inner safe place” dalam terapi mindfulness berfokus pada membantu pasien menciptakan sebuah ruang mental yang aman dan menenangkan di dalam diri mereka sendiri. Melalui teknik pernapasan dalam, meditasi, dan visualisasi, pasien diajak untuk membayangkan sebuah tempat yang menyimbolkan kenyamanan dan rasa aman, baik itu tempat yang nyata atau imajinatif, di mana mereka bisa merasa terlindungi dari perasaan cemas dan ketakutan.
Menurut Shapiro (2012), “Pendekatan ini membantu pasien untuk mengalihkan perhatian dari gejala-gejala negatif mereka dan fokus pada rasa damai yang bisa mereka temukan dalam diri mereka sendiri. Dengan latihan rutin, pasien dapat mulai mengenali dan mengatasi stres atau kecemasan yang mereka rasakan dengan lebih efektif.”
Terapi mindfulness telah terbukti efektif dalam meningkatkan kesejahteraan mental, baik untuk pasien dengan gangguan jiwa maupun individu yang menghadapi stres berat. Teknik ini mengajarkan pasien untuk lebih sadar dan menerima pengalaman mereka tanpa menghakimi, yang membantu mereka mengurangi reaktivitas terhadap gejala-gejala penyakit mental yang dialami.
Mahasiswa yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan di Sentra Margo Laras di Pati, program terapi mindfulness dengan pendekatan “inner safe place” telah menunjukkan hasil yang positif. Panerima manfaat melaporkan bahwa perasaan lebih tenang, lebih terkontrol, dan lebih mampu menghadapi stres, mengelola emosi, atau kecemasan.
“Perasaan saya jadi sedikit lebih lega setelah mengikuti sesi terapi ini. Awalnya saya sering merasa agak emosian tapi setelah mengikuti kegiatan ini bisa mempraktekkannya untuk mengontrol emosi saya ketika lagi merasa marah,” kata salah satu penerima manfaat yang berinisial R.
Pemberian terapi mindfulness ini diharapkan dapat memperluas opsi pengobatan bagi panerima manfaat skizofrenia yang ada di Sentra Margo Laras di Pati, yang sering kali bergantung pada obat-obatan antipsikotik dan terapi konvensional lainnya. Meskipun terapi mindfulness bukan pengganti pengobatan medis, pendekatan ini diharapkan dapat memberikan dukungan psikologis tambahan yang sangat dibutuhkan oleh penerima manfaat.
Dengan pemberian sesi terapi, saya berusaha menjaga agar kondisi mental mereka tetap stabil, mengurangi gejala stress, dapat mengelola emosi dan mengurangi perasaan cemas, serta mencegah mereka melakukan hal-hal yang melanggar aturan. Harapannya, ini bisa membantu proses pemulihan mereka dan memberi dukungan emosional agar lebih kuat menghadapi tantangan di dalam Sentra.
Sentra Margo Laras di Pati juga terus berupaya mengembangkan pendekatan-pendekatan inovatif dan kreatif untuk merawat penerima manfaat dengan gangguan mental, dengan harapan untuk memberikan mereka kesempatan hidup yang lebih baik dan lebih berarti di kemudian hari.
Penulis :
- Ratna Ayu Wijayanti
- Jurusan Psikologi UMK
- NIM 202160181




