Amujib Minta Bapperida Sulbar Perkuat Empati dan Bidik Nominasi Nasional 2027
Mamuju – Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, menginstruksikan seluruh jajaran memperkuat empati terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Arahan ini menegaskan fokus perencanaan pembangunan yang lebih peka terhadap kebutuhan riil warga. Menyelaraskan pula pada program Pancadaya Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga.
Amujib menyampaikan instruksi tersebut dalam pertemuan internal perdana setelah pelantikan, yang berlangsung di Ruang Rapat Bapperida Sulbar, Rabu (21/01). Ia menekankan, kebijakan pembangunan harus lahir dari kepekaan sosial dan pemahaman langsung atas realitas masyarakat.
Ia juga menegaskan ukuran integritas perencana tidak dari dokumen kebijakan. Sikap aparatur di ruang publik, menurutnya, harus sejalan dengan substansi kebijakan yang disusun.
Amujib meminta perubahan paradigma birokrasi dimulai dari internal organisasi. Ia menargetkan lingkungan Bapperida Sulbar terbebas dari persoalan anak stunting dan anak putus sekolah, sebagai wujud keteladanan sebelum mendorong perubahan lebih luas.
“Bapperida adalah unit yang mengurusi persoalan paling mendasar di masyarakat, mulai dari kemiskinan, anak tidak sekolah, hingga kesejahteraan keluarga. Karena itu, kita harus menjadi teladan terlebih dahulu dengan membangun kesejahteraan keluarga kita masing-masing. Saya ingin kita benar-benar menjadi bagian dari upaya membangun Pancadaya Pak Gubernur,” tegas Amujib.
Selain penguatan empati, Amujib mendorong standar kinerja tinggi sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Ia menargetkan Bapperida Sulbar masuk nominasi perencanaan pembangunan terbaik tingkat nasional pada 2027.
“Target kita 2027 harus masuk nominasi perencanaan terbaik nasional. Minimal sepuluh besar, dan kalau bisa lima besar,” ucapnya.
Ia berharap Bapperida Sulbar tampil unggul pada indikator penilaian nasional, seperti Indeks Reformasi Birokrasi (RB), SAKIP, dan SPBE. Menurutnya, capaian tersebut juga menjadi dasar penilaian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).





