Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Sulbar Perketat Standar Destinasi Jelang Libur Sekolah
Mamuju — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mulai memperkuat kesiapan sektor pariwisata menghadapi potensi lonjakan kunjungan wisatawan saat libur sekolah 2026.
Fokus utama tidak hanya pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga pada kualitas pelayanan, keamanan, keselamatan, dan kenyamanan destinasi wisata.
Langkah tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Persiapan Destinasi Wisata yang digelar Kementerian Pariwisata RI melalui Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Rabu (10/6).
Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulawesi Barat mengikuti rapat secara daring bersama sejumlah pemangku kepentingan sektor pariwisata.
Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, menegaskan bahwa penguatan kualitas destinasi menjadi bagian penting dari strategi pembangunan pariwisata daerah.
Upaya tersebut sejalan dengan arah kebijakan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang mendorong sektor pariwisata sebagai instrumen penggerak ekonomi daerah melalui pelayanan publik yang berkualitas dan pengelolaan destinasi yang berkelanjutan.
Menurutnya, peningkatan kunjungan wisata harus berjalan beriringan dengan kesiapan infrastruktur, tata kelola destinasi, serta kualitas layanan kepada wisatawan.
Rapat koordinasi tersebut membahas dua agenda utama, yakni sosialisasi Surat Edaran Menteri Pariwisata serta kesiapan destinasi wisata menjelang periode libur sekolah tahun 2026 yang diperkirakan menjadi salah satu momentum peningkatan mobilitas wisatawan domestik.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, SDM, dan Kelembagaan Pariwisata Dispoparekraf Sulbar, Imelda Adhi Yanti, menjelaskan bahwa pemerintah pusat memberi perhatian khusus terhadap standar pelayanan dan pengelolaan destinasi selama masa liburan.
“Beberapa poin yang dibahas antara lain kesiapan destinasi wisata, kebersihan lingkungan, keamanan dan keselamatan pengunjung, kelayakan sarana dan prasarana pendukung, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada wisatawan,” kata Imelda.
Ia menambahkan, Dispoparekraf Sulbar terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan seluruh destinasi wisata mampu memberikan pengalaman yang aman dan nyaman bagi pengunjung.
“Menghadapi libur sekolah tahun 2026, kami terus mendorong seluruh pengelola destinasi wisata untuk memastikan kesiapan destinasi dari aspek kebersihan, keamanan, kenyamanan, serta kualitas pelayanan. Sinergi antara pemerintah, Pokdarwis, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan pengalaman wisata yang berkesan bagi para pengunjung,” ujarnya.
Selain kesiapan destinasi, rapat juga menyoroti langkah antisipatif terhadap kemungkinan peningkatan jumlah wisatawan. Pemerintah daerah dan pemerintah pusat sepakat memperkuat koordinasi lintas sektor agar layanan publik, aksesibilitas, sistem transportasi, serta fasilitas pendukung wisata tetap berfungsi optimal selama masa liburan.
Dari perspektif pengelolaan destinasi, kesiapan tersebut menjadi faktor penting untuk menjaga citra pariwisata daerah. Destinasi yang aman, bersih, dan nyaman dinilai mampu meningkatkan tingkat kepuasan wisatawan sekaligus memperbesar peluang kunjungan ulang.
Bau Akram Dai mengatakan Dispoparekraf Sulbar saat ini terus membangun komunikasi dengan pemerintah kabupaten, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pelaku usaha, dan masyarakat setempat untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan selama musim liburan.
Menurutnya, keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga dari kualitas pengalaman yang mereka peroleh selama berada di destinasi wisata.
“Pemerintah Provinsi Sulbar melalui Dispoparekraf berkomitmen memaksimalkan seluruh destinasi wisata agar siap menyambut peningkatan kunjungan selama masa libur sekolah,” tutup Bau Akram.



