Aplikasi Sipamandar Terhubung TTE BsrE, BPKAD Sulbar Dorong Pencairan Dana Serbadigital

waktu baca 2 menit
Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat saat melakukan live testing implementasi layanan TTE melalui Aplikasi Sipamandar (Sistem Informasi Pencairan Dana dan Penataan Arsip Perbendaharaan.

Mamuju – BPKAD Sulbar menguji integrasi aplikasi Sipamandar dengan layanan Tanda Tangan Elektronik (TTE) Balai Sertifikasi Elektronik (BsrE) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk mempercepat pencairan dana dan menekan belanja operasional.

Uji coba sistem berlangsung pada Rabu (21/1). Upaya ini sekaligus menandai perluasan layanan perbendaharaan berbasis digital di lingkungan Pemprov Sulbar.

Analis Keuangan Pusat dan Daerah Ahli Muda BPKAD Sulbar, Syaharuddin, menyebut integrasi ini bukan sekadar pembaruan aplikasi. Melainkan strategi menghadapi tekanan fiskal dan tuntutan efisiensi belanja. Menurut dia, digitalisasi proses penandatanganan dokumen memperpendek rantai layanan, mengurangi proses manual, dan memperkuat akuntabilitas.

“Integrasi Sipamandar dengan layanan TTE bukan hanya mempercepat proses administrasi pencairan dana, tetapi juga meningkatkan keamanan dan keabsahan dokumen. Ini merupakan bagian dari upaya kami dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel,” kata Syaharuddin.

Ia menambahkan, penggunaan TTE berdampak langsung pada penghematan biaya rutin. Utamanya pada kebutuhan Alat Tulis Kantor (ATK) dan penggandaan dokumen. Skema ini juga membuka ruang pemantauan yang lebih rapi karena dokumen tersimpan dan terlacak secara digital.

“Dokumen-dokumen keuangan seperti SPP, SPTJM, SPM, hingga SP2D dapat ditandatangani secara elektronik. Sehingga proses pencairan menjadi lebih cepat, efisien, dan transparan,” ucapnya.

Uji coba ini difasilitasi Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Sulbar. Tim Teknis BsrE BSSN, Dwika Raga Putra dan Nisrina Aliya, mendampingi secara daring untuk memastikan proses integrasi berjalan sesuai standar keamanan dan sertifikasi elektronik.

Dorong Implementasi Lebih Luas

Kepala BPKAD Sulbar, Mohammad Ali Chandra, menyampaikan hasil live testing menunjukkan sistem siap terimplementasi lebih luas. Ia menilai dukungan BSSN melalui BsrE mempercepat kesiapan daerah mengadopsi layanan digital yang sah secara hukum.

“Kami mengapresiasi dukungan BSSN melalui BsrE. Hasil live testing hari ini menunjukkan bahwa sistem berjalan dengan baik dan siap untuk diimplementasikan lebih lanjut. Harapan kami, layanan TTE ini dapat segera diterapkan secara penuh dalam proses pencairan keuangan daerah,” ungkapnya.

Ali Chandra menegaskan penerapan TTE untuk mempercepat layanan pencairan, mengurangi biaya operasional, dan memperkuat kepastian layanan perbendaharaan. BPKAD juga menyiapkan langkah lanjutan untuk dokumen yang mensyaratkan materai agar seluruh rangkaian layanan tetap serbadigital.

Untuk dokumen pencairan dana yang wajib bermaterai, BPKAD merencanakan kerja sama dengan distributor e-Meterai. Skema ini akan mengakhiri penggunaan materai tempel dan menggantinya dengan e-Meterai yang terintegrasi langsung di Sipamandar.

“Ke depan, seluruh proses pencairan dana, termasuk penggunaan e-Meterai, akan secara digital dan terintegrasi melalui Sipamandar, sehingga semakin efisien dan tertib administrasi,” jelas Ali Chandra.

error: Content is protected !!
Play sound