Atasi Krisis Pangan, Pemprov Sulbar Susun Peta Kerawanan Pangan

waktu baca 2 menit

Mamuju – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Sulawesi Barat tengah menyusun Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) sebagai peta jalan dalam menangani kerawanan pangan di daerah.

Dinas Ketapang telah menggelar rapat koordinasi dan menetapkan tim lintas sektor untuk memperkuat basis data FSVA, kemarin. Inovasi itu merupakan bentuk dukungan terhadap arah kebijakan visi-misi Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga.

“Kita terus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat Sulbar, sesuai arahan Gubernur Sulbar (Suhardi Duka) dan Wakil Gubernur (Salim S Mengga),” kata Kepala Ketapang Sulbar, Abd. Waris Bestari.

Kepala Bidang Ketersediaan, Sumber Daya dan Kerawanan Pangan Sofiawati Sofyan menyampaikan, tujuan kegiatan itu untuk mengkoordinasi kan data sesuai dengan indikator penyusunan FSVA dan pembentukan tim penyusun FSVA.

“Kegiatan di buka oleh kadis ketahanan pangan dan dihadiri oleh lintas sektor antara lain Bappeda, BPS, Dinas TPHP, Dinas Dukcapil, Dinas Kesehatan dan Dinas Ketahanan Pangan sendiri,” kata Sofiawati.

Ia menambahkan indikator penyusun peta FSVA sebanyak 9 indikator yang mewakili 3 pilar ketahanan pangan, yaitu ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan.

“Ini penting sebagai dasar dalam pengambilan kebijkaan dan pelaksanaan program. Salah satu target kinerja Dinas Ketapang adalah pengentasan daerah rawan pangan,” ungkapnya.

Sehingga, diharapkan dengan ada nya data peta ini maka kebijakan dan intervensi dapat lebih fokus ke daerah dan sasaran rawan pangan

error: Content is protected !!