Awali Tahun 2026 dengan Doa dan Anak Yatim, Kapolda Sulbar Pilih Jalan Sunyi Penuh Makna
Mamuju – Awal tahun kerap diisi dengan gemerlap perayaan, namun di Masjid Jabal Rahmah Polda Sulawesi Barat, suasananya justru sangat berbeda.
Tidak ada kembang api atau hitung mundur. Hanya terdengar justru lantunan doa, ayat-ayat suci, dan harapan yang dipanjatkan bersama anak-anak yatim.
Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta memilih memulai tahun baru 2026 dengan menundukkan kepala, membersihkan hati, dan mengajak seluruh personel Polda Sulbar untuk kembali mengikatkan langkah pada nilai-nilai kebaikan.
Baginya, keamanan dan ketertiban tidak hanya dibangun lewat strategi dan patroli, tetapi juga melalui ketulusan niat.
“Marilah kita isi tahun baru ini dengan niat yang suci dan hati yang bersih,” ujar Kapolda dalam agenda rutin doa bersama anak yatim, Jumat (2/1).
Ia menegaskan bahwa doa di awal tahun bukan sekadar ritual, melainkan pondasi moral untuk memperbaiki diri dan memperkuat tanggung jawab kolektif menjaga kedamaian Sulawesi Barat.
Secara simbolik, kehadiran anak-anak yatim dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian tidak berhenti pada penegakan hukum. Ada dimensi kemanusiaan yang harus terus dirawat-empati, kepedulian, dan keberpihakan pada mereka yang paling membutuhkan perhatian.
Suasana semakin khusyuk saat Kapolda, personel Polda Sulbar, dan jamaah Masjid Jabal Rahmah bersama-sama melantunkan Surah Yasin. Doa pun dipanjatkan, tidak hanya untuk keselamatan pribadi, tetapi juga untuk keamanan, ketertiban, dan kemajuan daerah Sulawesi Barat di tahun yang baru.
Kegiatan ditutup dengan makan bersama. Sederhana, namun sarat makna. Di meja yang sama, sekat jabatan mencair, obrolan mengalir hangat, dan silaturahmi terjalin lebih erat. Sebuah penegasan bahwa membangun institusi yang kuat berawal dari hubungan manusia yang saling menghargai.
Di tengah tantangan tugas yang kian kompleks, momen doa bersama ini menjadi refleksi: bahwa kekuatan terbesar bukan hanya pada kewenangan, tetapi pada hati yang bersih dan harapan yang terus dijaga. Tahun 2026 pun diawali bukan dengan gegap gempita, melainkan dengan doa—dan itu mungkin awal yang paling jujur.





