Balap Liar dan Petasan Meredam di Mamuju, FKUB Apresiasi Patroli Intensif Polresta
Mamuju – Polresta Mamuju memperketat patroli malam selama Ramadan untuk menekan gangguan keamanan yang kerap muncul saat warga menjalankan ibadah Tarawih.
Dampaknya terasa langsung, jalanan lebih tertib, masjid lebih tenang, dan keluhan soal balap liar serta petasan mulai mereda.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mamuju, H. Usman, menyebut langkah kepolisian itu memberi rasa aman nyata bagi masyarakat.
Ia menilai kehadiran aparat di titik rawan membantu umat Islam menjalankan ibadah tanpa gangguan kebisingan yang sebelumnya sering memecah kekhusyukan.
“Alhamdulillah, selama Ramadhan ini tidak terdengar lagi suara balap liar dan petasan saat umat melaksanakan salat Tarawih. Ini tentu berkat kesigapan dan keseriusan jajaran Polresta Mamuju dalam menjaga keamanan,” ujar H. Usman.
H. Usman memandang pengamanan Ramadan tidak cukup berhenti pada penjagaan formal. Menurut dia, pola kerja hingga larut malam menunjukkan pendekatan pelayanan yang menyentuh kebutuhan warga. Rasa aman ketika aktivitas malam meningkat, terutama di sekitar masjid dan jalur utama.
Pada sisi lain, Polresta Mamuju mempertegas komitmen lewat patroli intensif yang melibatkan 60 personel. Aparat menyasar rentang waktu yang sering menjadi “jam rawan”.
Mulai pukul 22.00 WITA hingga 06.00 WITA. Itu karena periode tersebut kerap memunculkan aksi balap liar, perkelahian kelompok, dan aktivitas lain yang mengusik ketertiban.
Strategi patroli bergiliran itu mempersempit ruang gerak pelanggar. Ketika pengawasan hadir konsisten, potensi gangguan cenderung turun, sekaligus memberi efek jera.
Pola ini juga memperkuat pesan bahwa keamanan Ramadan bukan sekadar seremonial, melainkan kerja rutin yang terukur.
H. Usman menilai suasana kondusif selama Ramadan tidak lahir dari kerja kepolisian semata. Ia menekankan peran tokoh agama, warga, dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban, terutama menjelang Idulfitri saat mobilitas masyarakat biasanya meningkat.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kebersamaan dan kepedulian semua pihak, insya Allah Ramadhan di Mamuju berjalan aman dan penuh keberkahan,” tutupnya.




