Bapenda Sulbar Genjot SIPADA, Digitalisasi Perjalanan Dinas Dibidik Makin Akuntabel dan Efisien
Mamuju — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat terus menajamkan arah transformasi digital birokrasi. Melalui agenda bertajuk upgrade kompetensi, upgrade layanan, Bapenda Sulbar memaksimalkan penggunaan Aplikasi SIPADA (Sistem Informasi Perjalanan Dinas) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (3/3/2026).
Bapenda melibatkan operator dari setiap bidang untuk memperkuat penguasaan teknis sekaligus menyamakan standar kerja dalam pemanfaatan aplikasi. SIPADA sendiri menjadi platform yang dipakai seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulbar untuk mengelola administrasi perjalanan dinas secara digital, terintegrasi, dan transparan.
Kepala Bapenda Sulbar Abdul Wahab Hasan Sulur menekankan bahwa kapasitas sumber daya manusia menentukan sukses tidaknya digitalisasi tata kelola. Sistem yang baik, kata dia, tetap membutuhkan operator yang paham alur dan disiplin pada prosedur.
“Digitalisasi itu bagaimana kita memastikan setiap operator memahami sistem secara menyeluruh. Upgrade kompetensi berarti upgrade kualitas layanan. Dengan SIPADA yang dikelola optimal, tata kelola keuangan dan administrasi perjalanan dinas akan semakin akuntabel dan efisien,” tegasnya.
Ia menilai optimalisasi SIPADA bukan semata urusan penggunaan aplikasi. Langkah ini juga mengarah pada perubahan budaya kerja. Lebih adaptif terhadap teknologi, lebih cepat, dan lebih responsif pada kebutuhan layanan internal pemerintahan.
Bapenda mengaitkan program itu dengan misi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel serta mendorong pelayanan dasar yang merata dan berkualitas.
Lewat sistem terintegrasi, tahapan perencanaan, pelaksanaan, sampai pelaporan perjalanan dinas bisa dipantau secara real time. Mekanisme ini membuka ruang kontrol yang lebih ketat, menekan potensi kesalahan administrasi, dan memperkuat transparansi penggunaan anggaran.
Bapenda Sulbar juga menyiapkan pendampingan teknis berkelanjutan agar implementasi SIPADA berjalan efektif di seluruh bidang. Evaluasi berkala akan menjadi instrumen untuk memastikan sistem tetap optimal dan sejalan dengan regulasi yang berlaku.
Melalui penguatan kompetensi operator dan penajaman prosedur berbasis aplikasi, Bapenda Sulbar menegaskan sikap adaptif dalam reformasi birokrasi digital. Transformasi tidak lagi menjadi opsi, melainkan kebutuhan untuk memastikan layanan pemerintahan berjalan cepat, tepat, dan akuntabel.





