Bapperida Sulbar Dorong Gen Z Warisi Pengetahuan Maritim lewat Riset dan Pendidikan

waktu baca 3 menit

Mamuju – Bapperida Sulbar mendorong Generasi Z mewarisi pengetahuan dan kearifan lokal maritim, bukan hanya menikmati laut sebagai ruang ekonomi.

Bapperida menilai, masa depan maritim Sulbar bergantung pada pemahaman lintas generasi terhadap nilai budaya, filosofi, dan tradisi pelaut yang hidup turun-temurun.

Pesan itu mengemuka dalam dialog interaktif “Suara Nusantara” yang RRI Mamuju siarkan, Rabu (28/1). Dalam forum bertema Tata Kelola Warisan Budaya: Kebijakan Berbasis Riset Menentukan Arah Pembangunan Sulbar, Bapperida menekankan penguatan budaya maritim perlu berjalan seiring dengan kebijakan pembangunan berbasis riset.

Plt. Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Sulbar Angga Tirta Wijaya menegaskan budaya maritim merupakan aset strategis yang perlu terjaga melalui transfer pengetahuan yang sistematis.

“Bagi generasi muda, harapan kami bukan hanya mewarisi lautnya karena kita hidup di wilayah pesisir, tetapi juga mewarisi pengetahuannya. Budaya maritim adalah aset strategis yang harus dipahami lintas generasi agar tidak tergerus oleh perubahan zaman,” ujar Angga.

Salah satu fokus yang disoroti ialah transformasi Festival Sandeq pada era kepemimpinan Gubernur Sulbar Suhardi Duka. Setelah bertransformasi menjadi Sandeq Silumba pada 2025 dengan konsep lebih modern, Pemprov Sulbar menargetkan ikon budaya maritim itu menembus panggung internasional. Namun, Angga mengingatkan penguatan citra global harus berjalan beriringan dengan penguatan aspek edukasi dan pewarisan pengetahuan.

Ia menilai nilai filosofis perahu Sandeq—mulai ritual adat, etos pelaut, hingga teknik navigasi tradisional—perlu masuk ke ruang pendidikan dan pengembangan pengetahuan agar generasi muda memahami akar identitas maritim Sulbar.

Angga juga menekankan perubahan pendekatan pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama, termasuk dalam pengembangan budaya maritim melalui jalur perencanaan.

“Musrenbang yang dilaksanakan setiap tahun menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi pengembangan budaya maritim. Setelah aspirasi itu terserap, program pembangunan dijalankan bersama, dan masyarakat kembali berperan dalam pengawasan pelaksanaannya. Inilah pembangunan partisipatif yang kami dorong,” jelasnya.

Di kesempatan terpisah, Kepala Bapperida Sulbar Amujib menegaskan filosofi Sandeq dapat menjadi basis pembangunan karakter sumber daya manusia. Hal itu, kata dia, selaras dengan Panca Daya Ketiga yang Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga usung untuk membangun SDM Sulbar yang unggul dan berkarakter.

“Melalui Panca Daya, Bapak Gubernur ingin mewujudkan manifestasi filosofi Sandeq dalam diri setiap insan Sulbar, termasuk ASN. Nilai Sandeq mencerminkan integritas, keberanian, ketangguhan, dan daya adaptasi. Kita membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bermental juara seperti pelaut Sandeq yang legendaris,” tegas Amujib.

Amujib menambahkan etos kerja keras dan integritas pelayaran Sandeq harus menjiwai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Ia menilai kemajuan Sulawesi Barat tidak cukup bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kekuatan karakter manusianya.

error: Content is protected !!
Play sound