Bintara Remaja Dibaret, Kapolda Sulbar Minta Jaga Kehormatan Institusi

waktu baca 2 menit
Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriya Jayamarta saat memimpin tradisi pembaretan bagi Bintara Rejama Angkatan 54/58.

Mamuju – Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriya Jayamarta memimpin tradisi pembaretan bintara remaja angkatan 54/58 di Pantai Malauwa, Selasa(20/1).

Kapolda menegaskan baret bukan aksesori pendidikan, melainkan tanda kehormatan dan tuntutan tanggung jawab dalam tugas kepolisian. Sejumlah pejabat utama Mapolda menghadiri kegiatan tersebut. Tradisi pembaretan menandai akhir proses pendidikan dan pembentukan karakter bintara remaja sebelum memasuki pengabdian sebagai anggota Polri.

Dalam amanatnya, Kapolda menekankan makna baret sebagai simbol nilai dasar yang harus melekat pada setiap personel.

“Baret adalah simbol kehormatan, keberanian, kedisiplinan dan tanggung jawab. Sejak saat ini, kalian dituntut untuk menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut dalam setiap pelaksanaan tugas,” tuturnya.

Kapolda menyebut fungsi kepolisian menuntut niat tulus, disiplin, dan rasa tanggung jawab. Ia juga menegaskan tugas utama anggota Polri ialah melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

“Kalian kini adalah abdi Bhayangkara yang harus memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat itulah hakikat utama seorang Bhayangkara,” tegasnya.

Kapolda mengingatkan baret juga memuat konsekuensi moral sebagai simbol pengabdian. Ia menautkan hal itu dengan Tri Brata, Catur Prasetya, dan motto Rastra Sewakottama sebagai pedoman sikap serta perilaku anggota Polri.

Ia meminta bintara menjaga kehormatan institusi dan menghindari pelanggaran. Kapolda juga menegaskan penegakan disiplin berlaku bagi siapa pun yang melanggar.

“Jalankan tugas dengan sebaik-baiknya, jaga kehormatan institusi dan jangan pernah terlibat pelanggaran atau kejahatan. Polisi adalah lawan penjahat dan siapa pun yang melanggar akan diproses secara adil,” jelasnya.

Kepada personel Samapta, Kapolda menekankan pentingnya tampil humanis, namun tetap tegas dan berkeadilan saat bertugas. Ia menutup amanat dengan pesan agar momen pembaretan menjadi pengingat komitmen pengabdian.

“Catat dalam sejarah hidup kalian bahwa pada tanggal 20 Januari di Pantai Malauwa, kalian telah mengikrarkan diri untuk mengabdi kepada institusi Kepolisian. Warnailah perjalanan pengabdianmu sebagai orang-orang terpilih bagi bangsa dan negara,” tutup Kapolda.

error: Content is protected !!
Play sound