BKPSDM Sulbar Pertajam Tupoksi Widyaiswara Tata SDM Aparatur Negara
Mamuju – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sulawesi Barat mulai menata ulang strategi pengembangan ASN.
Kepala BKPSDM Sulbar, Herdin Ismail, mengumpulkan para Widyaiswara, Kamis 8/1). Rapat internal tersebut untuk memperkuat kolaborasi dan menyatukan arah kerja.
Pertemuan berlangsung di ruang kerja Kepala BKPSDM Sulbar. Agenda utama mengarah pada penajaman peran Widyaiswara sebagai penggerak peningkatan kompetensi ASN, bukan sekadar pelaksana pelatihan rutin.
Herdin menegaskan, pengembangan sumber daya aparatur membutuhkan kerja kolektif dan kesamaan persepsi. Ia menilai Widyaiswara memegang posisi strategis dalam membentuk birokrasi yang adaptif dan profesional.
“Widyaiswara memiliki peran penting sebagai motor penggerak pengembangan kompetensi ASN. Oleh karena itu, diperlukan penyamaan persepsi, kerja kolaboratif, dan komitmen bersama untuk mendukung program strategis BKPSDM,” kata Herdin.
Rapat ini juga membuka ruang evaluasi. BKPSDM meminta masukan langsung dari para Widyaiswara terkait pemetaan kebutuhan kompetensi ASN. Begitu pula rancangan program pengembangan kapabilitas aparatur lingkup Pemprov Sulbar.
Sebagai tindak lanjut, Herdin menugaskan para Widyaiswara menyusun program prioritas peningkatan kapasitas ASN. Program tersebut ditargetkan menjawab tantangan birokrasi ke depan yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan akuntabilitas.
Dalam rapat yang sama, BKPSDM langsung melibatkan Widyaiswara dalam agenda kerja. Herdin menunjuk Jumail sebagai moderator Webinar Layanan Kepegawaian “Mudah, Cepat, dan Transparan” yang berlangsung secara daring hari ini. Agenda itu melibatkan pegawai serta pemangku kepentingan Pemprov Sulbar.
Langkah ini menandai upaya BKPSDM menarik Widyaiswara ke pusat perubahan. Sinergi internal diharapkan melahirkan aparatur yang profesional, kompeten, dan berintegritas, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan Sulawesi Barat.





