BPKAD dan Bapenda Sulbar Tertibkan Kertas Berharga Daerah
Mamuju – BPKAD Sulbar bersama Bapenda merampungkan serah terima hasil stock opname persediaan kertas berharga tahun anggaran 2025, Senin (12/1).
Langkah ini menandai upaya penertiban aset yang bersentuhan langsung dengan pemungutan pendapatan daerah. Pemerintah provinsi ingin memastikan setiap dokumen bernilai finansial tercatat rapi dan bergerak sesuai fungsi.
Proses serah terima berlangsung melalui pencocokan fisik dan administrasi. Pengurus Barang BPKAD Sulbar Mutmainnah menyerahkan hasil inventarisasi kepada Bapenda Sulbar. Seluruh dokumen kertas berharga diverifikasi satu per satu untuk menutup potensi selisih data.
Kepala BPKAD Sulbar Mohammad Ali Chandra menegaskan stock opname tidak berhenti sebagai formalitas administrasi. Menurutnya, pengawasan ketat terhadap kertas berharga menentukan kredibilitas pengelolaan keuangan daerah.
“Stock opname bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga langkah strategis untuk memastikan bahwa setiap lembar kertas berharga tercatat, terjaga, dan digunakan secara tepat sasaran,” tegasnya.
BPKAD dan Bapenda menilai penguatan kontrol aset menjadi bagian penting dari perbaikan tata kelola keuangan daerah. Sinkronisasi antarlembaga diharapkan mampu mencegah kebocoran sekaligus memperkuat transparansi pengelolaan pendapatan Sulbar.






