Dinsos P3A dan PMD Sulbar Kuatkan Perlindungan Sosial, Bufferstock Bencana Dipastikan Siap dan Berkualitas
Mamuju — Bencana tidak pernah menunggu rapat selesai. Saat gempa, banjir, atau longsor datang, yang paling menentukan bukan sekadar rencana, melainkan kecepatan respons.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memperkuat kesiapsiagaan dari hulu: gudang logistik harus rapi, stok harus cukup, kualitas harus terjaga.
Kepala Dinas Sosial P3A dan PMD Sulbar Darmawati meninjau langsung ketersediaan bufferstock logistik bencana di Gudang Logistik Bencana Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (17/2/2026).
Dalam peninjauan tersebut, ia didampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) dan Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Surdin, sejumlah personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta jajaran terkait.
Peninjauan ini menargetkan satu hal utama: memastikan logistik benar-benar siap pakai saat situasi darurat terjadi. Tim melakukan pendataan jumlah dan jenis barang yang tersedia, mulai dari kebutuhan dasar hingga perlengkapan penunjang keluarga terdampak bencana.
Daftar yang dicek mencakup makanan siap saji, selimut, tenda, perlengkapan keluarga, hingga kebutuhan khusus lainnya.
Darmawati menegaskan langkah ini sejalan dengan arah kebijakan Gubernur Sulbar Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga, terutama pada agenda pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial.
Baginya, stok logistik bukan sekadar inventaris. Stok tersebut menjadi tameng pertama bagi warga ketika kondisi darurat memutus akses kebutuhan dasar.
Ia menekankan pengecekan rutin perlu berjalan untuk memastikan stok tetap memadai dan barang tetap layak. Selain menghitung ketersediaan, tim juga memantau kondisi fisik barang agar tidak rusak atau kedaluwarsa tanpa terdeteksi.
“Melalui pengecekan ini, kita ingin memastikan bahwa seluruh logistik dalam kondisi siap salur, baik dari segi jumlah maupun kualitasnya. Sehingga ketika bencana terjadi, bantuan dapat segera didistribusikan kepada korban tanpa hambatan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Surdin menambahkan pihaknya melakukan pencatatan sekaligus pembaruan data stok sebagai bagian dari sistem pengelolaan logistik yang tertib dan akuntabel. Keterlibatan Tagana juga menjadi bagian penting. Mereka tidak hanya mendampingi, tetapi ikut memastikan kesiapan teknis distribusi saat kondisi lapangan menuntut respons cepat.
Pengecekan ini mempertegas komitmen Dinsos P3A dan PMD Sulbar dalam meningkatkan kesiapsiagaan daerah menghadapi risiko bencana. Dengan bufferstock yang terkelola baik, pemerintah berharap penanganan darurat berjalan lebih cepat, lebih tepat, dan lebih efektif—sehingga beban masyarakat terdampak dapat berkurang sejak hari pertama.




