DKPPKB Sulbar Evaluasi 9 Indikator Prioritas PASTIPADU, Perkuat Peran Puskesmas Tekan Stunting
Mamuju – DKPPKB Sulbar mengevaluasi capaian sembilan indikator prioritas Program PASTIPADU untuk memperkuat peran puskesmas pembina desa lokus.
Langkah ini menarget percepatan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem secara terintegrasi hingga tingkat desa.
Evaluasi berlangsung di Aula DKPPKB Sulbar, Kamis (29/1). Forum ini menilai capaian indikator secara komprehensif sebagai dasar penajaman intervensi kesehatan di wilayah binaan.
Kepala DKPPKB Sulbar dr. Nursyamsi Rahim menjelaskan, sembilan indikator itu bersifat komposit dan saling terkait. Indikator tersebut, kata dia, mendukung sasaran strategis pembangunan kesehatan. Terutama peningkatan kesehatan ibu dan anak, percepatan penurunan stunting, serta perluasan akses layanan kesehatan dasar.
Nursyamsi menekankan, evaluasi tidak berhenti pada capaian angka. Hasilnya akan menjadi pijakan untuk memperkuat perencanaan program, mengarahkan intervensi yang lebih tepat, dan meningkatkan pembinaan puskesmas agar lebih adaptif terhadap tantangan lapangan.
“Penguatan Puskesmas pembina wilayah desa lokus menjadi kunci agar intervensi kesehatan benar-benar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat,” kata dr. Nursyamsi.
PASTIPADU merupakan inovasi Pemerintah Provinsi Sulbar untuk penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem. Program ini sejalan dengan Visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang digagas Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga.
DKPPKB Sulbar berharap evaluasi ini memperkuat sinergi lintas level, mulai provinsi, kabupaten, puskesmas, hingga pemerintah desa. Dengan kolaborasi yang lebih solid, program PASTIPADU diharapkan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.






