Dorong Literasi Sejak Dini, Dispusip Mamuju Gelar Diskusi Penulis Cerita Anak
Mamuju – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Mamuju menggelar diskusi penulis cerita anak, Senin, 14 April 2025.
Acara ini berlangsung di Home Theater Dispusip Mamuju dan mengusung tema “Pentingnya Cerita Anak untuk Literasi Sejak Dini”.
Diskusi tersebut menghadirkan seorang penulis Irwan Syamsir. Dia merupakan penulis cerita anak berjudul Sammaratanna Olowilla dan Pessungoq Potaq, Pettamao Randang.
Kepala Dispusip Mamuju, M. Fausan Basir yang membuka kegiatan tersebut. Adapun para pesertanya berasal dari pegiat literasi, penulis muda, dan mahasiswa. Diskusinya alot dan penuh dinamika intelektual.
Penulis Cerita Anak, Irwan Syamsir cukup terpukau dengan kegiatan tersebut. Menurutnya, Dispusip Mamuju sangat paham bahwa budaya literasi dalam kondisi tidak baik-baik saja.
Sehingga, kata Irwan, Dispusip mengusung kegiatan tersebut sebagi upaya untuk menggeliatkan kembali aktivitas literasi melalui beragam program serta melibatkan berbagai komunitas. Â
“Saya berterima kasih pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Mamuju. Saya mungkin baru merasakan lagi negara hadir di tengah-tengah literasi,” ujar Irwan.
Menurut dia, aktivitas literasi yang dilakoni Dispusip Mamuju Ini sangat progressive karena sudah melibatkan dan membuka ruang kepada pegiat lainnya untuk mendorong peningkatan literasi di daerah ini.
“Teman-teman dari berbagai lintas komunitas bisa bergabung di situ. Itu yang diharapkan di Subar, bahwa selalu ada ruang bagi untuk hadir karena mereka yang punya kewenangan untuk itu dan kita butuh kerja sama. Kita bisa berbagai tugas,” terangnya.
Kepala Dispusip Mamuju, M. Fausan Basir menjelaskan, diskusi tersebut penting untuk memantik kesadaran akan pentingnya literasi bagi anak sejak dini melalui buku-buku cerita anak.
“Utamanya buku-buku cerita anak yang berorientasi pada kearifan lokal kita di Sulbar, khususnya di Mamuju,” pungkas Fausan.





