ESDM Sulbar Minta Desa Proaktif Usul Penerima Program Listrik Gratis
Mamuju – Dinas ESDM Sulbar mendorong pemerintah kabupaten hingga desa lebih proaktif mengusulkan calon penerima Program Listrik Gratis bagi warga kurang mampu.
Dinas menilai partisipasi desa masih rendah, padahal kebutuhan sambungan listrik mandiri masih besar. Kepala Bidang Ketenagalistrikan, Dinas ESDM Sulbar, Qamaruddin Kamil menyampaikan dorongan itu saat menerima kunjungan Sekretaris Desa Binanga, Kabupaten Majene, kemarin.
“Kami mengajak seluruh pemerintah kabupaten hingga desa agar proaktif menyampaikan data usulan Program Listrik Gratis kepada Dinas ESDM Sulbar,” kata Qamaruddin.
Qamaruddin menyebut, Dinas ESDM Sulbar sudah menerima lebih dari 17.000 usulan rumah tangga sasaran dari sekitar 150 desa dan kelurahan. Namun, jumlah pengusul itu baru sekitar 23 persen dari total 650 desa dan kelurahan di Sulawesi Barat.
“Artinya, baru sekitar 23 persen desa yang telah mengusulkan, sementara sebagian besar lainnya belum menyampaikan usulan,” sebutnya.
Menurut Qamaruddin, program listrik gratis berjalan setiap tahun dengan dukungan APBD dan masuk dalam prioritas Pemprov Sulbar. Program itu juga tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai upaya menekan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Secara terpisah, Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan sebelumnya mendorong sinkronisasi data penerima bantuan listrik antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan desa. Sinkronisasi ini penting agar bantuan tepat sasaran, terutama bagi warga yang belum memiliki sambungan listrik mandiri.
Berdasarkan data terbaru, rasio elektrifikasi PLN di Sulawesi Barat mencapai 90,97 persen. Namun, masih lebih dari 9 persen atau sekitar 36.000 warga belum memiliki kWh meter sendiri. Sebagian warga masih bergantung pada sambungan listrik rumah tetangga atau memanfaatkan sumber listrik alternatif seperti PLTMH, PLTS, dan pembangkit lain.






