Gelombang Berpotensi Meninggi, BPBD Sulbar Serukan Waspada Pesisir

waktu baca 2 menit

Mamuju – Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Sulawesi Barat menerima laporan resmi Prakiraan Cuaca Pelabuhan dari BMKG Kelas II Tampapadang Mamuju.

Laporan bernomor B/ME.01.02/CP/02/MJU/II/2026 itu berlaku mulai 3 Februari 2026 pukul 08.00 WITA hingga 6 Februari 2026 pukul 08.00 WITA.

Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah menyebut informasi BMKG menjadi dasar kesiapsiagaan. Terutama untuk mengantisipasi risiko hidrometeorologi pada jalur pelayaran dan kawasan pesisir.

“Pusdalops secara rutin memonitor informasi BMKG sebagai dasar peringatan dini. Data ini sangat penting untuk mendukung keselamatan aktivitas pelayaran, nelayan, dan masyarakat pesisir,” kata Yasir Fattah, Senin (2/2).

BMKG memetakan prakiraan cuaca dan kondisi kelautan pada sejumlah pelabuhan strategis di Sulbar. Wilayah ini mencakup Tanjung Silopo, Polewali, Tinambung, Majene, Pelabuhan Baru Majene, Palipi, Pamboang, Dermaga Dungkait, serta Pelabuhan Ferry Mamuju.

Dalam laporan itu, BMKG memprakirakan visibilitas 6–7 kilometer dan suhu udara 23–32 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi. Kecepatan angin bergerak pada kisaran 1–16 knot, dengan hembusan (gust) yang dapat mencapai 20–24 knot pada waktu tertentu.

BMKG juga mencatat tinggi gelombang signifikan 0,3–1,1 meter, namun berpotensi naik menjadi 1,3–1,6 meter pada beberapa pelabuhan, terutama wilayah Majene dan sekitarnya. Perubahan arah arus permukaan serta pasang surut juga perlu menjadi perhatian, khususnya kapal kecil dan perahu nelayan.

Yasir Fattah menegaskan, gelombang kategori sedang tetap menyimpan risiko bagi pelayaran tradisional dan aktivitas penyeberangan.

“Kami mengimbau operator pelabuhan, nelayan, dan masyarakat pesisir untuk terus memantau informasi resmi BMKG serta berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait sebelum melaut. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

error: Content is protected !!
Play sound