Gerimis Picu Jalan Licin, Ditlantas Polda Sulbar Perketat Pengawasan di Empat Simpang Rawan

waktu baca 2 menit

Mamuju – Gerimis sering terlihat sepele, namun di jalan raya, ia berubah menjadi ancaman senyap. Aspal basah, jarak pengereman memanjang, pengendara mudah terpeleset, lalu kecelakaan mengintai.

Mengantisipasi risiko itu, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat memperkuat pengaturan arus sekaligus menggelar penyuluhan langsung kepada pengendara.

Langkah tersebut bertujuan menjaga arus lalu lintas tetap aman dan lancar, terutama saat cuaca tidak menentu. Pada Kamis (19/2/2026), Ditlantas memusatkan kegiatan di empat titik strategis yang kerap memicu kemacetan dan rawan kecelakaan ketika permukaan jalan licin.

Empat lokasi yang menjadi fokus pengamanan, yaitu:

  • Simpang 3 Pasar Baru, Jalan Abd Syakur

  • Simpang 4 Karema, depan Masjid AR RAHIEM, Karema Utara

  • Simpang 3 BTN Grahanusa, Jalan Jenderal Sudirman

  • Persimpangan depan Hotel Maleo

Personel Ditlantas berjaga pada setiap titik. Mereka mengatur pergerakan kendaraan, mengurai kepadatan, dan memberi peringatan langsung agar pengendara tidak memaksakan laju saat kondisi jalan berubah. Pendekatan itu menekankan pencegahan, bukan sekadar penindakan.

Ditlantas menilai jalan licin akibat gerimis dapat memicu efek berantai: satu kendaraan tergelincir, arus tersendat, risiko tabrakan meningkat, dan keselamatan pengguna jalan terancam. Karena itu, polisi mendorong disiplin berkendara sebagai “tameng” pertama.

Kegiatan tersebut dipimpin Iptu Bayu Okta Ratindra. Ia menegaskan kondisi basah menuntut kewaspadaan ekstra, terutama pada simpang padat yang memerlukan pengereman dan manuver cepat.

“Kondisi jalan basah dan licin menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara. Selain mengatur arus lalu lintas, kami juga terus mengingatkan agar pengendara mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman antar kendaraan dan menggunakan perlengkapan keselamatan yang sesuai. Semua ini dilakukan demi terciptanya keselamatan bersama di jalan raya.”

Menurut dia, Ditlantas akan menyesuaikan intensitas pengamanan dengan kondisi cuaca serta dinamika lalu lintas di Sulbar. Ia juga mengajak masyarakat ikut berperan lewat kebiasaan sederhana tetapi krusial: patuh rambu, kendalikan kecepatan, dan utamakan keselamatan daripada mengejar waktu.

error: Content is protected !!
Play sound