Gubernur Dorong Warga Sulbar Lawan Penyakit dengan Gerak
Mamuju – Pemprov Sulbar menempatkan aktivitas fisik sebagai isu kesehatan serius, bukan sekadar gaya hidup. Gubernur Suhardi Duka menegaskan olahraga rutin menjadi benteng awal menghadapi lonjakan penyakit tidak menular yang terus mengintai masyarakat.
Pesan itu muncul dari Stadion Manakarra, Mamuju, Sabtu (17/1). Pemerintah daerah mendorong perubahan perilaku masyarakat. Tidak lain, agar lebih aktif bergerak di tengah pola hidup yang makin sendentari.
Suhardi Duka menilai kesehatan tidak lahir dari fasilitas mahal atau program rumit. Konsistensi menjadi kunci.
“Olahraga tidak harus berat dan mahal. Cukup lakukan secara rutin dan sesuai kemampuan. Dengan tubuh yang sehat, kita bisa bekerja lebih produktif dan menjalani hidup dengan lebih berkualitas,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat menyelipkan aktivitas fisik dalam rutinitas harian. Selain keluarga, bisa juga bersama komunitas. Langkah sederhana ini mampu menjaga kebugaran sekaligus memperkuat kualitas hidup.
Data kesehatan daerah menunjukkan ancaman nyata. Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung terus meningkat, seiring minimnya aktivitas fisik masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan durasi pendek tetap berdampak besar jika konsisten.
“Aktivitas fisik rutin dapat menurunkan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung, sekaligus meningkatkan kebugaran dan kesehatan mental,” jelasnya.
Pemerintah daerah berharap pesan ini tidak berhenti sebagai imbauan pejabat. Perubahan pola hidup aktif dipandang sebagai investasi kesehatan jangka panjang yang menentukan produktivitas masyarakat Sulawesi Barat ke depan.





