Halal Bihalal Pemprov Sulbar, Gubernur Tekankan Soliditas dan Ikatan Emosional Aparatur

waktu baca 1 menit

Sulbar – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menegaskan pentingnya membangun hubungan kerja yang solid dan harmonis melalui momentum halal bihalal di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulbar, Senin (30/3).

Penegasan itu muncul usai ia memimpin apel besar yang melibatkan seluruh pejabat dan staf. Kegiatan tersebut menjadi titik awal penguatan kembali relasi kerja pasca hari besar keagamaan.

Suhardi menilai halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan. Ia menyebut agenda itu sebagai ruang strategis untuk mempererat hubungan antara pimpinan dan pegawai.

“Saya kira halal bihalal menjadi momentum untuk kita saling memahami antara pejabat dengan staf. Yang kedua, momentum untuk dekat,” kata Suhardi Duka.

Ia menyoroti makna simbolik dari jabat tangan yang dilakukan seluruh peserta. Menurutnya, gestur tersebut mencerminkan keterhubungan emosional yang tidak tergantikan oleh komunikasi formal.

“Saling berjabatan tangan itu, keterpautan antara hati. Jadi kita menyampaikan secara lisan permohonan maaf dengan jabatan tangan itu, beda,” jelasnya.

Suhardi juga mengakui proses jabat tangan berlangsung cukup panjang. Namun, ia menilai hal itu justru menjadi bagian penting dalam merawat keharmonisan organisasi.

“Olehnya itu kita lakukan hari ini, jabatan tangan semua walaupun panjang itu bagian daripada untuk mentautkan hati antara kita pimpinan dengan staf yang ada di Provinsi Sulbar,” tutur Suhardi Duka.