Hari Kelima Pencarian Nelayan Hilang di Majene Masih Nihil
Majene – Harapan keluarga Muh. Rifai (32) belum juga menemukan ujung. Nelayan asal Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene itu masih hilang setelah dilaporkan jatuh dari kapal saat melaut.
Operasi pencarian memasuki hari kelima pada Senin (2/2), tetapi hasil tetap nihil. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Mamuju melanjutkan operasi sejak pukul 07.00 WITA.
Tim memecah kekuatan menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk mengejar waktu, lalu memperlebar jangkauan penyisiran hingga sekitar 50 mil laut.
Namun sampai pukul 18.00 WITA, Tim SAR Gabungan belum menangkap petunjuk apa pun. Pencarian akhirnya berhenti sementara dan tim menjadwalkan operasi lanjutan pada Selasa (3/2) di waktu yang sama.
Operasi melibatkan unsur Pos Siaga SAR Majene, TNI AL, Polsek Tubo Sendana, BPBD Majene, Mapala Unsulbar, serta warga setempat. Tim mengerahkan perahu karet, Rigid Inflatable Boat (RIB), kendaraan operasional, dan peralatan navigasi, komunikasi, medis, serta evakuasi.
Cuaca di area pencarian terpantau cerah berawan dengan kecepatan angin 1–20 km/jam, kondisi yang relatif mendukung pergerakan tim di lapangan. Jarak pencarian yang melebar menjadi penanda betapa besar tantangan yang tim hadapi.
Pihak Kansar Mamuju menegaskan upaya pencarian terus berlanjut dengan prioritas keselamatan personel.
“Tim akan memaksimalkan pencarian hingga korban ditemukan sambil tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel,” tandas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Mamuju, Mahmud Afandi.






