Jadi Ketua IAI Sulbar, Kepala Dispusip Mamuju Bakal Jadikan IAI Garda Terdepan Pengelolaan Arsih Daerah

waktu baca 2 menit
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Mamuju, M. Fausan Basir saat menerima kunjungan perwakilan Dispusip Provinsi Sulbar untuk membahas sejumlah agenda IAI Sulbar.

Mamuju – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Mamuju, M. Fausan Basir terpilih sebagai Ketua Ikatan Arsiparis Indonesia (IAI) Sulawesi Barat.

Pemilihan itu berlangsung rapat pembahasan pembentukan IAI Sulbar di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulbar, RE. Martadinata, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Selasa 21 Januari 2025, lalu.

Setelah terpilih, menggelar pertemuan dengan Perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Barat, Daniel, Jumat 21 Maret 2025.

Dalam pertemuan itu, Fausan menegaskan komitmennya untuk menjadikan IAI sebagai organisasi yang berperan besar dalam menjaga dan mendiseminasikan arsip-arsip daerah.

“Banyak sekali arsip lokal yang harus dijaga dan didiseminasikan. Kita berharap IAI ini tidak hanya menjadi wadah bagi para arsiparis, tetapi juga organisasi yang bergerak lebih besar dalam menjaga warisan dokumentasi Sulawesi Barat. insyaallah, bersama-sama dengan pengurus IAI Sulbar, IAI akan menjadi garda terdepan dalam pengelolaan arsip di daerah ini,” kata Fausan, Jumat 21 Maret 2025.

Menurutnya, arsip bukan hanya sekadar dokumen, tetapi juga bagian dari identitas dan sejarah suatu daerah yang harus dijaga dengan baik.

“Kita tidak bisa membiarkan arsip-arsip ini hilang begitu saja. Dengan adanya IAI, kita akan lebih sistematis dalam mengelola, menyimpan, dan menyebarluaskan informasi yang bernilai bagi masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Daniel menuturkan bahwa pertemuan itu juga membahas rencana perekrutan anggota, jadwal peresmian, serta mekanisme pelantikan pengurus organisasi.

Daniel menyampaikan bahwa pembentukan IAI Sulawesi Barat sangat penting mengingat kebutuhan akan pengelolaan arsip yang profesional di daerah Sulawesi Barat.

“Kita berharap organisasi ini segera terbentuk mengingat kebutuhan akan pengetahuan arsip di Sulawesi Barat sangat penting. Arsip bukan sekadar dokumen, tetapi bagian dari sejarah dan identitas daerah yang harus dijaga agar tidak hilang,” tukas Daniel.

Dengan komitmen yang kuat, IAI Sulawesi Barat diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam pengelolaan arsip yang lebih baik dan inklusif bagi seluruh elemen masyarakat.

error: Content is protected !!