Jalan Desa Lenggo Dikebut Jelang TMMD, Lereng Diperkuat Jalur Dibersihkan

waktu baca 2 menit
Suasana gotong royong prajurit TNI dan warga setempat membangun talud jelang TMMD resmi berlangsung.

Polman – Ancaman longsor dan rapuhnya badan jalan menuju Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, memaksa pengerjaan infrastruktur bergerak lebih cepat.

Pada hari ketujuh pra-TMMD ke-127, personel Kodim 1402/Polman bersama warga mulai menggarap talud sepanjang sekitar 50 meter. Fasilitas ini menjadi struktur fundamental yang diharapkan menjadi tameng bagi jalur akses yang kerap rawan.

Baca Juga TMMD Menyulam Harapan dari Gubuk yang Usang

Pasi Ops Kodim 1402/Polman, Kapten Inf. Ahmad Yani menyebut pengerjaan fisik berlangsung bertahap sejak masa pra-TMMD. Tidak lain agar pekerjaan utama tidak menumpuk saat pembukaan program berlangsung.

“Memasuki hari ketujuh pra-TMMD, sejumlah sasaran fisik sudah mulai kita garap. Salah satunya adalah pembangunan talud yang saat ini sudah mulai berjalan,” kata Ahmad Yani saat ditemui di lokasi TMMD.

Baca Juga Prahara Tanah Sejati, Sirna di Tangan TNI

Talud itu bukan sekadar proyek penahan tanah. Bagi warga Desa Lenggo, talud menjadi garis pertahanan pertama untuk menjaga badan jalan tetap utuh ketika hujan turun dan lereng mulai bergerak.

Kodim menempatkan pembangunan talud sebagai sasaran fisik utama TMMD ke-127. Bukan tanpa sebab, infrastruktur ini berfungsi memperkuat struktur jalan, sekaligus menekan risiko longsor pada titik rawan di jalur masuk desa.

Baca Juga TMMD Bebaskan Ribuan Jiwa dari Belenggu Beragam Rupa

Selain talud, tim gabungan juga membersihkan tepi jalan sepanjang kurang lebih 4,5 kilometer. Meski tidak masuk daftar sasaran fisik utama, pembersihan ini menjadi pekerjaan penentu. Akses yang bersih memperkecil risiko kecelakaan, membuka ruang pandang pengendara, dan memudahkan mobilitas warga.

“Pembersihan kanan kiri jalan sepanjang 4,5 kilometer sudah dilaksanakan. Kegiatan ini memang tidak termasuk sasaran fisik TMMD, tetapi sangat penting untuk menunjang kelancaran akses dan keselamatan pengguna jalan,” ucapnya.

Pengerjaan lebih awal memberi dua keuntungan sekaligus. Pertama mempercepat ritme kerja saat TMMD resmi berlangsung. Kedua memperkecil peluang target molor karena kendala lapangan. Kodim berharap akselerasi sejak pra-TMMD membuat pelaksanaan TMMD ke-127 lebih efektif, dengan capaian pembangunan sesuai rencana.

Play sound