Kadinsos P3A dan PMD Sulbar Cek UPTD PPA, Standar Layanan Perlindungan Diperkuat

waktu baca 2 menit

Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menaruh sorotan tajam pada layanan perlindungan bagi perempuan dan anak.

Di tengah target “pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial” Kepala Dinas Sosial, P3A, dan PMD Sulbar Darmawati turun langsung meninjau UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Jumat, 20 Februari 2026.

Darmawati ingin memastikan pelayanan berjalan nyata di lapangan. Terutama bagi perempuan dan anak yang membutuhkan pendampingan serta perlindungan. Bagi korban, layanan cepat dan aman sering menjadi pembeda antara pulih atau makin terpuruk.

Setiba di lokasi, Darmawati bersama rombongan mendapat sambutan dari Kepala UPTD PPA Nurcahyani beserta staf. Darmawati kemudian berkeliling meninjau ruang layanan satu per satu. Ia mengecek ruang konsultasi, ruang pendampingan, serta sarana penunjang lain yang menjadi “ruang aman” bagi korban.

Darmawati juga memantau proses pelayanan yang sedang berjalan. Ia menekankan pentingnya pendekatan profesional dan ramah, sekaligus memastikan petugas bekerja dengan perspektif korban. Di layanan perlindungan, bahasa tubuh, nada bicara, dan kerahasiaan penanganan menjadi sama pentingnya dengan prosedur.

Selain mengecek fasilitas, Darmawati berdialog dengan jajaran UPTD PPA tentang tantangan, capaian, hingga kebutuhan penguatan layanan. Pembahasan mengarah pada satu tujuan: layanan tidak boleh stagnan, apalagi melemah saat kebutuhan masyarakat justru meningkat.

“Saya ingin memastikan bahwa pelayanan di UPTD PPA berjalan dengan baik, humanis, dan benar-benar memberi rasa aman bagi perempuan dan anak yang membutuhkan perlindungan. Saya melihat semangat dan komitmen teman-teman di sini sangat luar biasa,” kata Darmawati.

Ia menyatakan komitmen untuk mendorong peningkatan kualitas layanan melalui penguatan sarana prasarana dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Baginya, layanan perlindungan harus terus beradaptasi. Baik dari sisi fasilitas maupun keterampilan petugas.

“Kita ingin layanan ini semakin optimal. Jika ada kebutuhan yang perlu didukung, tentu akan kita evaluasi bersama agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala UPTD PPA Nurcahyani menyebut kunjungan tersebut memberi energi baru bagi tim layanan. Ia menilai perhatian pimpinan memperkuat moral kerja petugas yang berhadapan langsung dengan kasus-kasus sensitif.

“Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Dukungan dari pimpinan tentu sangat berarti bagi kami dalam menjalankan tugas perlindungan perempuan dan anak,” ungkap Nurcahyani.

error: Content is protected !!
Play sound