Kampanye di Sumare, Tina Ungkap Alasannya Pilih Pendidikan Ketimbang Infrastruktur Usai Mamuju Diporak-porandakan Gempa
Mamuju – Calon Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi kembali menggelar kampanye terbatas, Jumat 11 Oktober 2024.
Kali ini titinya di Dusun Parundang, Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju. Selain Sutinah, hadir pula Calon Wakil Gubernur Sulbar, Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga.
Beragam kalangan menyambut perempuan bersapaan Tina itu. Ada tokoh masyarakat, agama, pemuda, perempuan, serta relawan dan simpatisan Tina-Yuki hingga SDK-JSM. Cukup meriah dan berlangsung dialogis.
Seperti biasa, calon nomor 03 itu terlebih dulu memaparkan visi dan misinya. Menjelaskan rencana program pembangunan yang diusung dalam Mamuju Keren Jilid II.
Setelah itu, Tina memaparkan sejumlah capaian permbangunannya di berbagai sektor. Mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, hingga pengembangan UMKM.
Dalam pembahasan itu, Tina mengaku pernah dalam kondisi dilematis. Dia berhadapan pada dua pilihan sulit di awal karirnya sebagai bupati. Membenani infrastruktur atau meningkatkan layanan pendidikan. Pilihan itu mencuat ketika gempa bumi baru saja memporak-porandakan Mamuju.
“Begitu saya sudah dilantik, saya diperhadapkan sebuah kenyataan pilihan. Pilih mana sekolah anak-anakmu yang runtuh karena gempa, atau perbaiki infrastruktur di mana-mana. Bagaimana yang dirasakan di bawa tenda hari ini, panas,” kata perempuan 40 tahun itu.
Tina tahu betul konsekuensi dari dua pilihan itu. Memasifkan infrastruktur akan mengontraskan pembangunan daerah. Seperti mindset sebagian masyarakat yang menitikberatkan keberhasilan pembangunan pada fisik.
Di sisi lain, kondisi sekolah yang rusak juga perlu dipikirkan. Tina tidak ingin anak-anak Mamuju belajar terus-menerus di bawah tenda pengungsian. Selain panas, proses belajar-mengajar juga tidak efektif.
Dia pun tidak bisa memilih keduanya, sebab finansial daerah sangat terbatas.
“Panas kan. Inilah yang dirasakan anak-anaku selama 1 tahun lebih, sehingga saya harus berpikir dan membuat satu kebijakan. Semua sekolah di Kabupaten Mamuju yang hancur akibat gempa, harus kita perbaiki,” tegasnya.
Dia melanjutkan, Alhamdulillah di tahun 2024 ini sudah tidak ada lagi anak-anak kita yang belajar di bawah tenda. Selain itu, sarana pendidikan tidak berhenti pada mobiler saja, melainkan sarana transportasi, yaitu pengadaan bus sekolah,” sambungnya.
Jika Tina-Yuki terpilih, dirinya juga menjanjikan seragam sekolah gratis bagi anak kurang mampu. Itu merupakan salah satu solusi yang dia tawarkan untuk mencegah anak putus sekolah.
“Banyak anak-anak kita yang putus sekolah karena merasa persoalan bajunya yang tak berwarna putih. Maka anggaran yang dimiliki kita alihkan untuk baju seragam sekolah secara gratis untuk anak-anak kita yang kurang mampu. Begitu pun dengan yang lainnya,” jelas Sutinah.
Menurut Tina, program unggulan Kabupaten Mamuju bergerak pada sektor pertanian dan perikanan. Olehnya, paslon 01 itu akan memberikan intervensi lebih besar pada kedua bidang itu.
“Teman-taman yang hadir di sini tentu sudah pernah merasakan bantuan dari pemerintah Mamuju. Baik itu katinting, mesin dalam, perahu, rumpon, dan sebagainya. Begitu pun dengan perempuan. Bisa membantu suaminya di bidang pengembangan UMKM, seperti produksi hasil tangkap ikan suaminya. Mungkin bisa dibuat Abon, kripik, sarden, dan itu kita akan bantu alat produksinya,” tandas Tina.



