Kapolda Perketat Standar Personel Mamasa, Filosofi Rastra Sewakottama Mesti Jadi Pegangan

waktu baca 2 menit
Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta saat memberikan arahan kepada para personelnya di Polres Mamasa.

Mamasa – Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta melesatkan pesan tegas kepada personel Polres Mamasa. Polri harus kembali ke jantung tugasnya sebagai pelayan masyarakat.

Penegasan itu ia sampaikan dalam kunjungan kerjanya, Jumat (23/1). Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menekan tiga kunci yang ia anggap menentukan kualitas layanan kepolisian. Ketiganya yaitu moral, amanah, dan disiplin.

“Anggota Polri adalah pelayan masyarakat untuk menjamin keamanan dan ketertiban. Utamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” tegas Irjen Pol Adi Deriyan.

Adi Deriyan mengingatkan filosofi “Rastra Sewakottama” sebagai pengikat etika Bhayangkara. Anggota Polri mesti berdiri sebagai abdi utama masyarakat. Menurutnya, pelayanan terbaik bukan slogan, tetapi ukuran nyata dari pengabdian negara. Ia menilai moral dan etika harus memimpin setiap keputusan, terutama saat anggota menghadapi situasi yang rawan kompromi.

Ia juga menekankan, amanah jabatan tidak sekadar administratif. Namun nilai spiritual dan profesional yang wajib dijaga. Ia memperingatkan potensi penyalahgunaan wewenang sebagai ancaman langsung terhadap kepercayaan publik.

“Menjadi amanah berarti taat aturan, patuh pada hukum, tidak zalim, jujur, dan dapat dipercaya dalam menjalankan tugas,” jelasnya.

Penegasan Keberanian Moral

Kapolda lalu mengaitkan tugas kepolisian dengan keberanian moral. Berani menyatakan benar sebagai benar, dan salah sebagai salah. Ia meminta anggota tidak ragu melindungi warga lemah dari kejahatan dan ketidakadilan. Sebab, titik ukur Polri terlihat saat berhadapan dengan kasus yang menguji integritas.

Disiplin, kata Adi Deriyan, menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar. Ia menegaskan kepatuhan pada pimpinan, prosedur, kode etik, dan ketepatan waktu merupakan standar minimum yang harus hidup dalam keseharian personel.

“Patuh kepada pimpinan, bekerja sesuai prosedur, taat kode etik, tepat waktu, jujur, dan bertanggung jawab adalah harga mati bagi insan Bhayangkara,” tegas Kapolda.

Menutup arahannya, Adi Deriyan mendorong personel bekerja dengan keikhlasan dan ketulusan, bukan sekadar menjalankan rutinitas. Ia mengingatkan bahwa kualitas pelayanan publik lahir dari nurani yang terjaga.

“Bekerjalah dengan niat mengabdi. Jadikan setiap tugas sebagai investasi kebaikan. Mengabdilah sepenuh hati, melayani dengan nurani,” pungkasnya.

Selain memberi arahan, Kapolda menyerahkan bantuan tali asih kepada personel Polres Mamasa. Polda Sulbar menyebut dukungan itu sebagai bagian dari perhatian pimpinan terhadap anggota yang bertugas pada wilayah dengan tantangan geografis tersendiri.

error: Content is protected !!
Play sound