Kapolda Sulbar Ingatkan Personel Jelang Operasi Ketupat, Kekuasaan Harus Jadi Jalan Kebaikan

waktu baca 2 menit

Sulbar — Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta mengirim pesan tegas kepada seluruh personel. Gunakan kewenangan sebagai ruang menanam kebaikan, bukan sekadar menjalankan rutinitas.

Ia menekankan, perilaku aparat akan selalu berujung pada konsekuensi. Publik menilai polisi bukan dari slogan, melainkan dari tindakan sehari-hari.

Kapolda menyampaikan arahan itu pada Kamis, 5 Maret 2026. Ia mengingatkan hidup memiliki batas, sehingga setiap pilihan harus selaras dengan perbuatan baik.

“Teruslah berinvestasi kebaikan. Apa yang kalian tanam itu yang akan kalian tuai,” tegasnya, Kamis (5/3/26).

Kapolda menyebut kebaikan tidak selalu berbentuk langkah besar. Aksi sederhana tetap bernilai jika lahir dari kesadaran dan kepedulian. Ia memberi contoh mulai dari memberi makan fakir miskin, bersedekah, menanam pohon, sampai memungut sampah. Bagi Kapolda, ukuran kebaikan bukan soal banyaknya tindakan, melainkan ketulusan yang menyertai.

“Manfaatkan wewenang ini untuk melakukan berbagai kebaikan. Gunakan kekuasaan dan kesempatan yang ada untuk membantu masyarakat, menolong orang lain dan menyebarkan kebaikan,” tutur Kapolda.

Pesan itu juga memuat garis tegas tentang peran polisi pada situasi sosial yang mudah memanas. Kapolda meminta institusi kepolisian tampil sebagai penyejuk, terutama saat masyarakat menghadapi tekanan keamanan dan ekonomi yang ikut terpengaruh dinamika global. Ia menilai aparat harus hadir sebagai agen kebaikan—bukan pemantik amarah.

Kapolda lalu menyorot hal-hal yang bertentangan dengan kebaikan. Ia meminta personel menjaga diri dari pelanggaran dan praktik yang merusak kepercayaan publik.

“Jangan melakukan kesalahan apapun, tidak bermain dengan manipulasi atau ‘judol’ dalam bentuk apapun dan fokus pada pelayanan yang baik.”

Menjelang Operasi Ketupat pada 19–25 Maret, Kapolda mengaitkan tugas pengamanan sebagai bagian dari “investasi kebaikan”. Ia meminta seluruh personel bekerja maksimal untuk menjaga keamanan aktivitas masyarakat, mulai dari ibadah hingga perjalanan mudik.

Arahan ini menjadi pengingat internal sekaligus pesan keluar: polisi tidak hanya mengurus keamanan, tetapi juga memelihara kepercayaan. Dan kepercayaan, seperti yang Kapolda tekankan, tumbuh dari kebaikan yang konsisten, terukur, dan terasa manfaatnya.

error: Content is protected !!
Play sound