Kapolda Sulbar Konsolidasi Tokoh dan Ormas, Waspadai Dampak Global hingga Stabilitas Daerah

waktu baca 2 menit

Mamuju – Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta mengonsolidasikan tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan untuk memperkuat stabilitas daerah di tengah tekanan situasi global.

Momentum halal bihalal yang digelar di Baruga Lapangan Tribrata Polda Sulbar, Rabu (1/4), menjadi ruang strategis menyatukan persepsi sekaligus meredam potensi gangguan keamanan.

Kapolda memanfaatkan forum ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi pasca-Lebaran, tetapi juga untuk menyampaikan arah kebijakan keamanan dan pelayanan publik. Ia membuka dengan permohonan maaf kepada masyarakat atas kinerja jajarannya.

Ia menegaskan seluruh tindakan anggota menjadi tanggung jawab pimpinan dan memastikan komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

Dalam forum tersebut, Adi Deriyan juga menyinggung potensi besar Sulawesi Barat yang belum tergarap optimal. Ia menyoroti kekayaan sumber daya alam, termasuk uranium, sebagai modal strategis yang dapat mengubah posisi daerah dalam peta ekonomi nasional bahkan global.

Kapolda menilai, pengelolaan sumber daya yang tepat akan mendorong percepatan pembangunan dalam kurun lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Di sisi lain, ia mengingatkan dampak konflik global, terutama di Timur Tengah, yang berpotensi memicu gangguan distribusi energi dan kebutuhan pokok. Untuk itu, Polda Sulbar telah mengambil langkah antisipatif.

Kapolda memerintahkan Direktorat Intelijen memantau ketersediaan BBM di seluruh SPBU. Ia juga meminta peran aktif tokoh masyarakat untuk menjaga stabilitas konsumsi warga.

Selain isu energi, perhatian Kapolda mengarah pada persoalan layanan dasar. Ia merespons kasus dua desa yang viral akibat warga melahirkan di jalan karena akses kesehatan rusak. Polda langsung mengerahkan tim Dokkes untuk memberi layanan kesehatan.

Langkah ini sekaligus menegaskan kehadiran negara dalam situasi darurat di tengah masyarakat.

Kapolda juga mendorong penguatan ketahanan pangan sebagai langkah preventif menghadapi ketidakpastian global. Ia membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan aspirasi.

Sementara itu, perwakilan tokoh masyarakat, Maraddika Mamuju, menilai pertemuan ini memberi ruang dialog yang relevan dengan kondisi saat ini. Mereka menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan Sulawesi Barat.

Para tokoh juga mengingatkan ancaman nyata seperti peredaran narkoba dan penyebaran hoaks yang dapat merusak stabilitas sosial. Mereka mendorong kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat dan aparat keamanan.

Pertemuan ini memperlihatkan upaya konsolidasi yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga strategis. Sinergi antara kepolisian, tokoh masyarakat, dan ormas menjadi kunci menjaga keamanan sekaligus mendorong kemajuan Sulawesi Barat di tengah dinamika global.