Kapolda Sulbar Tegas: Rekrutmen Polri 2026 Harus Bersih, Calo Disikat

waktu baca 2 menit

Sulbar — Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta menegaskan komitmen kuat menjaga proses rekrutmen Polri Tahun Anggaran 2026 tetap bersih dan bebas praktik curang.

Ia memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan transparan, akuntabel, dan humanis tanpa celah bagi percaloan.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui Plh Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Pol. Lalu Moh. Syahir Arif, Senin (13/4/2026), seiring proses seleksi yang tengah berlangsung. Kapolda menekankan seluruh jalur penerimaan, mulai Akpol, Bintara, hingga Tamtama, berjalan terpadu dengan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).

Kapolda menilai integritas menjadi kunci utama untuk menghasilkan anggota Polri berkualitas. Seleksi harus menjaring putra-putri terbaik yang layak menjadi abdi negara.

Ia juga memberi pesan langsung kepada para peserta agar mengandalkan kemampuan sendiri selama mengikuti proses seleksi.

“Bagi anak-anak yang mendaftar, yakinkan diri dan percayalah pada kemampuan sendiri. Kalian punya potensi, yang terpenting adalah niat dan usaha yang maksimal,” tutur Kapolda.

Di sisi lain, Kapolda melontarkan peringatan keras kepada seluruh panitia. Ia menolak segala bentuk kecurangan dalam proses rekrutmen.

“Kepada panitia pelaksana, junjung tinggi prinsip BETAH. Jangan pernah coba-coba bermain dengan nasib orang lain. Kami tidak akan segan-segan menindak tegas jika ada indikasi pelanggaran,” tegasnya.

Untuk menjaga transparansi, Polda Sulbar membuka ruang pengawasan publik. Masyarakat diminta aktif melapor jika menemukan kejanggalan dalam proses seleksi.

“Apabila ada keluhan maupun komplain dari masyarakat terkait rekrutmen ini, silakan langsung sampaikan atau laporkan aduannya ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulbar. Kami pastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti,” tambahnya.

Data Polda Sulbar mencatat 1.411 peserta mengikuti seleksi tahun ini. Rinciannya, 27 calon taruna Akpol, 1.354 calon Bintara, dan 30 calon Tamtama.

Seleksi berlangsung sejak 1 April hingga awal Juli 2026. Peserta harus melewati sejumlah tahapan ketat, mulai pemeriksaan kesehatan, tes psikologi dan akademik berbasis CAT, uji kesamaptaan jasmani, hingga penelusuran mental kepribadian.

Kapolda menegaskan penggunaan teknologi seperti Computer Assisted Test (CAT) dan face matching memperkuat objektivitas penilaian. Sistem tersebut menutup peluang manipulasi sehingga hasil seleksi sepenuhnya ditentukan kemampuan peserta.