Kapolda Sulbar Tegaskan Keamanan Daerah Bertumpu pada Toleransi dan Peran Tokoh Agama

waktu baca 2 menit
Polda Sulawesi Barat dan tokoh agama menegaskan satu pesan utama: stabilitas daerah bertumpu pada toleransi dan kerja bersama.

Mamuju – Polda Sulawesi Barat dan tokoh agama menegaskan satu pesan utama: stabilitas daerah bertumpu pada toleransi dan kerja bersama.

Pesan itu mengemuka dalam pertemuan Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta dengan Pendeta Simon, Rabu (7/1/2026).

Pertemuan tersebut menyoroti peran aktif kepolisian dan masyarakat lintas iman dalam menjaga keamanan, terutama selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Situasi kondusif selama Nataru menjadi indikator kuat keberhasilan kolaborasi itu.

Pendeta Simon menyampaikan apresiasi langsung kepada jajaran Polda Sulbar. Ia menilai kehadiran polisi memberi rasa aman nyata bagi umat Kristiani saat menjalankan ibadah.

“Selama momen Nataru, kami khususnya dari umat Kristiani sangat merasa aman dan nyaman dalam melaksanakan ibadah, Pak Kapolda. Personel Polri selalu hadir dengan profesional, memastikan setiap rangkaian kegiatan ibadah berjalan lancar tanpa hambatan,” tutur Pendeta Simon.

Kapolda Sulbar menegaskan keamanan tidak lahir dari kerja sepihak. Ia menempatkan polisi sebagai bagian dari sistem besar yang bergerak bersama masyarakat dan tokoh agama.

“Kami sebagai Polri hanya berperan sebagai pelengkap, karena keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban adalah hasil kerja sama yang erat dari seluruh pihak mulai dari masyarakat, tokoh agama, hingga berbagai komponen daerah yang masing-masing menjalankan perannya dengan baik,” jelas Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta.

Ia menekankan pentingnya menjaga pola sinergi tersebut agar tidak berhenti pada momentum keagamaan semata. Kapolda mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor untuk menopang pembangunan dan mencegah potensi gangguan keamanan.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga membahas langkah konkret ke depan. Dialog antarumat beragama secara berkala dan pendekatan pencegahan konflik menjadi fokus utama. Upaya tersebut dinilai krusial untuk memastikan Sulawesi Barat tetap bergerak sebagai wilayah yang damai, stabil, dan inklusif.

error: Content is protected !!
Play sound