Kapolda Sulbar Tekankan Taktik Adaptif dalam Operasi Ketupat demi Kenyamanan Warga Saat Lebaran

waktu baca 3 menit

Mamuju — Polda Sulawesi Barat mulai mematangkan pengamanan Idulfitri 1447 Hijriah melalui Pelatihan Pra Operasi Terpusat Ketupat Marano 2026 yang berlangsung di Aula Marannu Mapolda Sulbar, Selasa (10/3/2026).

Dalam agenda itu, Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriya Jayamarta menekankan pentingnya penyesuaian taktik pengamanan sesuai kondisi wilayah agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman.

Pesan itu menjadi penekanan utama dalam pelatihan menjelang arus mudik, arus balik, serta meningkatnya aktivitas ekonomi, sosial, dan wisata saat hari raya. Polda Sulbar menilai pengamanan Idulfitri tidak cukup hanya mengandalkan pola umum, tetapi juga membutuhkan langkah taktis yang sesuai dengan karakter medan dan potensi kerawanan pada tiap daerah.

Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa pola teknis operasi pada dasarnya seragam, tetapi pelaksanaannya harus menyesuaikan kebutuhan lapangan. Menurut dia, aparat harus memiliki cara pandang yang sama dalam memberi rasa aman kepada masyarakat yang ingin pulang dan berkumpul dengan keluarga.

“Kita harus punya persepsi yang sama bagaimana cara menjaga senyuman dan kebahagiaan masyarakat, serta mewujudkan harapan mereka untuk berkumpul dengan keluarga di momen spesial ini,” tuturnya.

Ia juga meminta seluruh personel cermat mengukur dan menetapkan titik-titik yang membutuhkan kehadiran polisi. Langkah itu dinilai penting agar pelayanan berjalan tepat sasaran dan tidak sekadar bersifat formalitas.

“Berikan pelayanan maksimal, niatkan dengan baik dan jangan bekerja asal-asalan. Ketika kita memberikan kemudahan maka yakinlah Allah Subuhanahu Wataalah juga akan mudahkan urusan kita, jadi manfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Pelatihan praoperasi ini menjadi bagian penting dari persiapan pengamanan Lebaran. Tujuannya bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama masa libur hari raya.

Peningkatan mobilitas saat mudik dan balik membuat potensi gangguan ikut meningkat, mulai dari kemacetan, kecelakaan lalu lintas, gangguan kamtibmas, hingga kemungkinan bencana atau situasi darurat lain. Karena itu, pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat kesiapan personel agar mampu merespons dinamika lapangan secara cepat dan terukur.

Kapolda juga mengingatkan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap rencana operasi dan tugas masing-masing. Ia meminta seluruh peserta memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dinas perhubungan, serta tenaga kesehatan agar pengamanan berjalan terpadu.

Setelah arahan Kapolda, kegiatan berlanjut dengan paparan materi dari para kepala satuan kerja. Materi itu bertujuan memperdalam pemahaman personel sekaligus menyusun pola pengamanan yang lebih efektif dan efisien untuk perayaan Idulfitri tahun ini.

Secara umum, pelatihan ini menunjukkan bahwa Polda Sulbar ingin menempatkan Operasi Ketupat tidak sebatas agenda rutin tahunan. Pengamanan Lebaran diposisikan sebagai ujian kesiapan aparat dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan perjalanan aman, lancar, dan bebas gangguan pada momentum hari besar keagamaan.

error: Content is protected !!
Play sound